AL-A'RAAF (49)
AL-A'RAAF: 159-160
SEBAGIAN KAUM MUSA MENGIKUTI YANG HAQ DAN TENTANG NIKMAT ALLAH KEPADA BANI ISRAIL DI PADANG PASIR TIH
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat yang pertama (وَمِن قَوْمِ مُوسَىٰٓ) Menunjukkan bahwa Islam tidak mengenal fanatisme dan Allah mengajarkan kepada kita cara dalam menilai manusia dan segala sesuatu dengan cara yang benar dan adil. Inilah penilaian yang objektif dan murni dan penilaian inilah yang akan kekal dan abadi. Ayat tersebut merupakan pengakuan dan persaksian yang agung dari Allah terhadap sekelompok kaum Bani Israil bahwa mereka berkomitmen pada kebenaran dan keadilan, baik terhadap diri mereka maupun terhadap orang lain. Mereka beriman kepada Nabi Musa dan nabi-nabi setelahnya. Mereka menghukum di antara manusia dengan adil dan menyeru mereka kepada jalan yang benar dengan cara yang bijak.
AL-A'RAAF (48)
AL-A'RAAF: 158
UNIVERSALITAS RISALAH ISLAM
قُلْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۖ فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِ ٱلنَّبِىِّ ٱلْأُمِّىِّ ٱلَّذِى يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَكَلِمَـٰتِهِۦ وَٱتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ ١٥٨
*Artinya:* _Katakanlah, "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-Nya, nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk"._
AL-A'RAAF (47)
AL-A'RAAF: 156-157
DOA MUSA LAINNYA KETIKA MENYAKSIKAN GEMPA DAN KAITAN RISALAH MUSA DENGAN RISALAH NABI MUHAMMAD SAW.
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Setelah Musa menyatakan bahwa tiada Tuhan selain Allah, ia lalu menyatakan bahwa _“Allah adalah Pelindung kami yang mengatur segala urusan kami.”_ Sebagai pelindung, tentu mampu menghindarkan bahaya dan mendatangkan manfaat. Oleh karena itu, Musa memohon ampunan dan rahmat untuk menghindarkan bahaya yang biasanya didahulukan daripada mengejar manfaat. Kemudian, ia meminta untuk diberikan manfaat yaitu ketika ia meminta kebaikan di dunia dan di akhirat. Ini semua sangat sesuai dengan tobat dan ketundukan yang dilakukan oleh seorang hamba, sehingga Musa mengatakan, _"Sesungguhnya kami bertobat,"_ maksudnya, kembali kepada-Mu.
AL-A'RAAF (46)
AL-A'RAAF: 155
MUSA MEMILIH TUJUH PULUH ORANG UNTUK BERCAKAP-CAKAP, MELIHAT, DAN BERMUNAJAT KEPADA TUHAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Seorang Mukmin harus beradab terhadap Allah dan tidak boleh menempuh cara-cara menentang. Permintaan mereka (Bani Israil) untuk melihat Allah SWT karena mereka membandingkannya dengan mendengar firman-Nya menyebabkan diturunkannya gempa yang hebat di bukit tempat mereka berada. Kalau hal ini saja menyebabkan diturunkannya adzab gempa, penyembahan terhadap patung anak sapi lebih pantas lagi mendapatkan adzab yang lebih keras dan dahsyat.
Halaman 83 dari 186