AL-A'RAAF (37)
AL-A'RAAF: 134-136
MENGADU KEPADA MUSA UNTUK MENGHILANGKAN ADZAB, MELANGGAR JANJI, DAN PENENGGELAMAN FIR'AUN DAN KAUMNYA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan empat hal sebagai berikut.
1. Mengadu pada Musa ketika sulit dan sempit dengan dorongan seruan iman yang fitrah. Inilah
AL-A'RAAF (36)
AL-A'RAAF: 130-133
BERBAGAI BENTUK ADZAB DUNIA TERHADAP KELUARGA FIR'AUN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Secara umum, ayat-ayat di atas mengisyaratkan hukum kausalitas, yaitu adanya keterikatan antara sebab dengan yang disebabkan atau hasil-hasilnya sesuai dengan kehendak Allah SWT. Ayat-ayat tersebut juga menjelaskan bahwa segala bentuk masalah yang terjadi pada pertanian dan berbagai musibah sesungguhnya disebabkan oleh amal perbuatan mereka sendiri.
AL-A'RAAF (35)
AL-A'RAAF: 127-129
KONSPIRASI FIR'AUN DAN PARA PEMBANTUNYA TERHADAP MUSA DAN KAUMNYA. NASIHAT MUSA KEPADA KAUMNYA DAN DIALOG YANG TERJADI ANTARA MEREKA DENGANNYA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Tidak jauh berbeda, realitas sejarah antara dahulu, sekarang, dan masa yang akan datang dalam kaitannya dengan hubungan antara orang-orang kaya dan orang-orang lemah. Setiap yang memiliki kekuatan dan kekuasaan akan selalu berpegang dan bersandar pada kekuasaan dan kekuatannya lalu ia akan menebarkan rasa takut dan kecemasan pada manusia, kemudian memberikan peringatan-peringatan yang keras serta ancaman-ancaman.
AL-A'RAAF (34)
AL-A'RAAF: 123-126
ANCAMAN FIR'AUN TERHADAP PARA AHLI SIHIR DAN KETEGUHAN MEREKA UNTUK BERIMAN KEPADA ALLAH SWT
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Fir'aun mencoba menyelamatkan dirinya dari rasa malu karena kalah. Ketika ia melihat orang yang paling mengetahui sihir telah mengakui kenabian Musa di hadapan manusia banyak, ia takut hal tersebut akan menjadi alasan paling kuat bagi kaumnya tentang kebenaran kenabian Musa a.s.. Dengan demikian, saat itu juga ia melemparkan dua _syubhat_ (kerancuan pemikiran) kepada orang-orang awam.
Halaman 86 dari 186