AL-A'RAAF (41)
AL-A'RAAF: 146-147
DIPALINGKANNYA ORANG-ORANG YANG SOMBONG DARI MEMAHAMI DALIL-DALIL KEBESARAN TUHAN AKIBAT DARI KESOMBONGAN DAN KEKAFIRAN MEREKA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Inilah kondisi orang-orang yang enggan untuk taat kepada manusia dan sombong terhadap manusia. Mereka menyangka, bahwa mereka adalah orang-orang terbaik padahal persangkaan itu salah, berdasarkan *firman Allah SWT ( بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ)* Mereka tidak mau mengikuti Nabi dan tidak mau mendengarkannya karena kesombongan yang ada dalam diri mereka.
*AL-A'RAAF (40)*
*AL-A'RAAF: 142-145*
*MUNAJAT ATAU PERBINCANGAN MUSA DENGAN TUHANNYA DAN PERMINTAAN MUSA UNTUK MELIHAT ALLAH SERTA DITURUNKANNYA TAURAT KEPADANYA*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menjelaskan beberapa hal, di antaranya sebagai berikut:
1. Pengagungan terhadap janji untuk berbicara dengan Allah SWT. Allah SWT memerintahkan Musa untuk berpuasa selama tiga puluh hari dan mengerjakan segala amalan untuk mendekatkan diri kepadaNya pada hari-hari tersebut. Kemudian, Allah menurunkan Taurat kepada Musa pada sepuluh hari terakhir menurut satu pendapat atau ketika Musa menghilangkan bau mulutnya di akhir hari ketiga puluh, yaitu di bulan Dzulqa’dah menurut pendapat yang lain, kemudian, Allah memerintahkan padanya untuk menambah sepuluh hari lagi sampai bulan Dzulhijjah. Inilah faedah dirincikannya bilangan hari di sini, dari empat puluh kemudian tiga puluh dan terakhir sepuluh.
*AL-A'RAAF (39)*
*AL-A'RAAF: 138-141*
*KEINGKARAN BANI ISRAIL TERHADAP NIKMAT ALLAH*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat 138 menunjukkan kebodohan Bani Israil tentang hakikat tauhid yang dibawa oleh Nabi Musa a.s.. Mereka malah meminta padanya untuk menentukan patung-patung dan berhala-berhala yang akan mereka sembah, untuk mendekatkan mereka kepada Allah SWT. Ini persis sekali dengan perbuatan para penyembah berhala ketika mereka berkata,
*AL-A'RAAF (38)*
*AL-A'RAAF: 137*
*BERTEMPATNYA BANI ISRAIL DI DAERAH MESIR DAN SYAM SETELAH MASA FIR'AUN DAN PARA PENGUASA LAINNYA*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat ini diuraikan dalam bentuk perbandingan (komparasi) antara orang-orang beriman dengan orang-orang kafir serta balasan untuk masing-masing mereka. Setelah Allah SWT menjelaskan bagaimana Dia membinasakan para pengikut Fir'aun bersamanya dengan menenggelamkan mereka semua sebagai sebuah siksaan Allah, kemudian, menjelaskan kebaikan yang Dia karuniakan kepada orang-orang beriman, yaitu Dia memberikan tanah dan wilayah pada mereka.
Halaman 85 dari 186