AL-A'RAAF (61)
AL-A'RAAF: 194-198
REALITAS PATUNG-PATUNG DAN BERHALA-BERHALA YANG DISEMBAH
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas merupakan bantahan terhadap para penyembah berhala dan penegasan terhadap ayat-ayat sebelumnya tentang tidak berguna dan bermanfaatnya menyembah patung-patung tersebut. Ayat-ayat tersebut menunjukkan beberapa hal.
1. Sangat memalukan bagi seorang yang berakal sehat menyembah patung-patung yang sama sekali tidak memiliki kekuatan karena mereka tidak memiliki kaki, tangan, mata, dan telinga. Padahal, sesuatu yang disembah seharusnya memiliki sifat-sifat yang sempurna. Justru manusia itu sendiri yang lebih mulia dari pada patung-patung yang mereka sembah dan hal itu sebenarnya tidak bisa dibanding-bandingkan. Jadi, apakah layak, seorang makhluk yang lebih mulia dan sempurna menyembah sesuatu yang jauh lebih rendah dan hina yang tidak bisa diharapkan memberi keuntungan apa-apa, tidak bisa memberi manfaat dan juga tidak dapat menolak bahaya? Patung-patung tersebut bukanlah makhluk yang sama seperti manusia. Akan tetapi, ia hanyalah batu dan kayu. Jadi, kalian telah menyembah sesuatu yang kalian (sendiri) lebih mulia darinya.
AL-A'RAAF (60)
AL-A'RAAF: 189-193
MENGINGATKAN TENTANG PENCIPTAAN PERTAMA, PERINTAH BERTAUHID, MENGIKUTI AL-QUR’AN, DAN LARANGAN UNTUK MUSYRIK
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menjelaskan hal-hal sebagai berikut.
1. Pada dasarnya manusia diciptakan dari diri yang satu. Pendapat yang masyhur, "diri yang satu" yang dimaksud adalah Adam. Sementara Hawa diciptakan dari diri Adam. Makna firman Allah SWT, _"Dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya."_ Allah SWT menciptakan Hawa dari sebuah tulang rusuk Adam. Hikmah diciptakannya Hawa dari Adam adalah karena suatu jenis akan lebih cenderung dan suka kepada jenis yang sama dengannya. Jenis yang sama merupakan faktor terjadinya keserasian, persatuan, perjumpaan, dan kasih sayang antara laki-laki dan perempuan.
AL-A'RAAF (59)
AL-A'RAAF: 188
SEGALA SESUATU BERADA DI TANGAN ALLAH, ILMU GAIB HANYA DIA YANG MENGETAHUINYA, SERTA HAKIKAT RISALAH
SEBAB TURUNNYA AYAT
Diriwayatkan bahwa masyarakat Mekah berkata, "Wahai Muhammad, mengapa Tuhanmu tidak menyampaikan adanya barang yang murah dan mahal sehingga kami bisa membeli dan berlaba atau menyampaikan tentang dimana tanah yang tidak menghasilkan sehingga kami bisa pergi ke tanah yang lebih subur?" Lalu Allah SWT menurunkan ayat ini.
AL-A'RAAF (58)
AL-A'RAAF: 187
PENGETAHUAN TENTANG HARI KIAMAT ADA DI SISI ALLAH
SEBAB TURUNNYA AYAT
Kaum Yahudi sering berkata kepada Nabi Muhammad saw., "Kalau engkau benar-benar seorang Nabi, beri tahu kami kapan hari Kiamat itu terjadi?” *Ibnu Jarir ath-Thabari* meriwayatkan dari *Qatadah* bahwa kaum musyrikin mengatakan hal itu karena mereka sangat mengingkari hal tersebut. *Imam Thabari* dan yang lainnya juga meriwayatkan dari *Ibnu Abbas*, ia berkata, Khamal bin Qusyair dan Samuel bin Zaid berkata kepada Rasulullah saw., "Beritahu kami kapan Kiamat itu terjadi jika engkau benar-benar seorang Nabi seperti yang engkau katakan, karena kami tahu tentang itu." Lalu Allah SWT menurunkan firman-Nya (يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ۖ).
Halaman 80 dari 186