AL-A'RAAF (59)
AL-A'RAAF: 188
SEGALA SESUATU BERADA DI TANGAN ALLAH, ILMU GAIB HANYA DIA YANG MENGETAHUINYA, SERTA HAKIKAT RISALAH
SEBAB TURUNNYA AYAT
Diriwayatkan bahwa masyarakat Mekah berkata, "Wahai Muhammad, mengapa Tuhanmu tidak menyampaikan adanya barang yang murah dan mahal sehingga kami bisa membeli dan berlaba atau menyampaikan tentang dimana tanah yang tidak menghasilkan sehingga kami bisa pergi ke tanah yang lebih subur?" Lalu Allah SWT menurunkan ayat ini.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat ini merupakan salah satu pokok atau dasar aqidah dan agama. Ia menjelaskan hakikat kerasulan dan membedakannya dengan hakikat ketuhanan untuk menghancurkan pondasi-pondasi kemusyrikan dan paganisme. Seorang Rasul hanyalah manusia biasa yang menyampaikan semua wahyu yang diturunkan oleh Allah kepadanya. Ia adalah contoh terbaik bagi manusia dalam mengamalkan seluruh ajaran yang dibawanya dari Allah SWT. Ia tidak memiliki sedikit pun dari sifat-sifat dan perbuatan yang dimiliki oleh Allah SWT. Ia tidak mempunyai pengaruh terhadap sesuatu, tidak dalam bentuk memberi manfaat, memberi mudharat, memberi kebaikan dan keburukan, atau memberi keimanan dan kekufuran.
Keimanan adalah sebuah manfaat, sedangkan kekafiran adalah mudharat, keduanya tidak akan ada kecuali dengan kehendak Allah SWT. Dia-lah yang menciptakan keimanan dan kekafiran dan yang menghendaki keduanya ada. Sementara itu, seorang hamba adalah pihak yang memunculkan potensi yang telah Allah SWT ciptakan di dalam dirinya, baik potensi untuk beriman dan kebaikan maupun potensi untuk kekafiran dan keburukan.
Tidak ada yang lebih meyakinkan bahwa Rasul sama sekali tidak mengetahui hal-hal yang gaib. Jika ia mengetahui hal-hal gaib, tentu ia akan mewujudkan berbagai kesenangan duniawi untuk dirinya, seperti harta, kejayaan, kemegahan, kemenangan dalam setiap peperangan, selalu teratas dalam segala hal, mendapatkan berbagai keuntungan, dan seterusnya. Selain itu, tentu ia juga mampu untuk menghindarkan dirinya dari setiap bahaya dan kemudharatan duniawi seperti kemiskinan, sakit, luka, kekalahan, dan berbagai bentuk keburukan lainnya. Ia juga akan bisa selalu menghindar dari segala tipu muslihat musuh dan ia juga mampu untuk membedakan siapa yang bisa diberi pengaruh oleh seruan untuk memeluk agama yang benar dan siapa yang tidak.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
