SURAH AL-ANFAAL
MADANIYYAH, TUJUH PULUH LIMA AYAT
Surah ini berbicara tentang hukum-hukum seputar jihad fii sabilillah, aturan-aturan peperangan, persiapan untuk perang, mengutamakan damai daripada perang jika musuh menginginkan perdamaian, dampak-dampak perang terhadap personal (ditawan), dan harta (rampasan perang).
Alasan dinamakan dengan al-Anfaal (harta rampasan perang) adalah karena manusia banyak yang bertanya tentang hukum-hukumnya. Surah ini dimulai dengan *firman Allah SWT:*
AL-A'RAAF (64)
AL-A'RAAF: 204-206
MENDENGARKAN AL-QUR’AN DAN CARA BERZIKIR
SEBAB TURUNNYA AYAT
Tentang ayat (وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ ). *Ibnu Abi Hatim* dan yang lainnya meriwayatkan dari *Abu Hurairah*, ia berkata, 'Ayat ini turun berkenaan dengan adanya suara-suara yang keras di belakang Nabi saw. ketika sedang shalat."
*Ibnu Abi Hatim* juga meriwayatkan dari *Abu Hurairah*, ia berkata, "Para sahabat sebelumnya berbicara ketika shalat, maka turunlah ayat (وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟). Ia juga meriwayatkan dari *Abdullah bin Mughaffal* hadits semakna. *Ibnu Jarir ath-Thabari* meriwayatkan dari *Ibnu Mas'ud* hadits yang senada.
AL-A'RAAF (63)
AL-A'RAAF: 203
NABI MENGIKUTI WAHYU ILAHI DAN KARAKTERISTIK AL-QUR’AN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat di atas mengandung beberapa hal sebagai berikut.
1. Ayat di atas menerangkan bahwa banyak sikap-sikap kasar dan penentangan yang ditampilkan penduduk Mekah terhadap Nabi saw.. Mereka juga banyak menyampaikan berbagai permintaan yang hampir mustahil untuk menghindari dari keimanan serta selalu berada dalam kekafiran. Mereka selalu berusaha menyakiti Nabi saw. dan menuduhnya dengan berbagai macam tuduhan yang berbahaya seperti Nabi saw. membuat-buat AlQur’an dan ia bisa menciptakan berbagai mukjizat dan hal-hal luar biasa yang mereka inginkan.
AL-A'RAAF (62)
AL-A'RAAF: 199-202
DASAR-DASAR AKHLAK SOSIAL DAN PERLAWANAN MELAWAN SETAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat (خُذِ ٱلْعَفْوَ وَأْمُرْ) mengandung penjelasan tentang dasar-dasar akhlak mulia dan etika-etika sosial. Dasar-dasar akhlak ini berada di urutan kedua setelah dasar-dasar aqidah. Dalam berbagai interaksi, adat kebiasaan dan pergaulan sesama manusia akan tampaklah bagaimana akhlak manusia. Alangkah butuhnya manusia kepada dasar-dasar akhlak ini dalam hubungan mereka dengan orang lain.
Halaman 79 dari 186