AL-ANFAAL (20)
AL-ANFAAL: 61-66
LEBIH MENGUTAMAKAN DAMAI, MENYATUKAN UMAT DAN MEMOTIVASINYA UNTUK PERANG
Sebab Turunnya Ayat (64)
Dalam kitab _al-Kasysyaf_, *az-Zamakhsyari* dengan menukil dari *al-Kalbi* mengatakan, "Ayat ini turun di Baida' dalam Perang Badar, tepatnya sebelum peperangan dimulai. Inilah pendapat yang lebih kuat. Ada yang mengatakan ia turun tentang masuk Islamnya Umar. Ayat ini makkiyyah, tetapi atas perintah Rasulullah saw. ia ditulis dalam surah madaniyyah sebagaimana disebutkan oleh al-Qusyairi. *Ibnu Abbas* mengatakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan masuk Islamnya Umar karena saat itu yang memeluk Islam ada tiga puluh tiga laki-laki termasuk Nabi saw. ditambah enam orang perempuan. Kemudian, ketika Umar masuk Islam jumlah kaum Muslimin menjadi empat puluh orang."
AL-ANFAAL (19)
AL-ANFAAL: 60
PERSIAPAN UNTUK MEMERANGI MUSUH SESUAI DENGAN KEMAMPUAN DAN KESANGGUPAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Setiap bangsa dan umat sejak dulu sampai sekarang selalu memberikan perhatian besar dalam mempersiapkan pasukan perang yang mampu membela eksistensi, kemuliaan dan harga dirinya, menjaga perbatasan daerah, serta menciptakan keamanan dan kesejahteraan. Oleh karena itu, Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk selalu mempersiapkan kekuatan militer dalam menghadapi setiap musuh. Hal ini sebagaimana yang disinggung dalam ayat yang bertujuan untuk menggetarkan hati musuh dan membuatnya tidak berpikir untuk menyerang atau mengganggu stabilitas umat dan segala hal yang diagungkannya.
AL-ANFAAL (18)
AL-ANFAAL: 55-59
INTERAKSI DENGAN ORANG YANG MELANGGAR PERJANJIAN DAN ORANG YANG SUDAH TAMPAK DARINYA TANDA-TANDA UNTUK MELANGGAR
Sebab Turunnya Ayat (59)
*Abu asy-Syekh Ibnu Hayyan* meriwayatkan dari *Ibnu Syihab az-Zuhri*, ia mengatakan bahwa, "Jibril turun menemui Rasulullah saw.. Ia mengatakan bahwa, 'Engkau telah meletakkan senjata, namun engkau masih bisa mengejar mereka. Pergilah, karena Allah SWT telah mengizinkanmu untuk memerangi Bani Quraizhah.' Lalu Allah SWT menurunkan ayat tentang mereka (وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِن قَوْمٍ خِيَانَةًۭ فَٱنۢبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَآءٍ ۚ)
AL-ANFAAL (17)
AL-ANFAAL: 50-54
PENGHANCURAN ORANG-ORANG KAFIR DAN MUSYRIK KARENA PERBUATAN MEREKA YANG BURUK SEPERTI HALNYA PENGHANCURAN TERHADAP PENGIKUT FIR'AUN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Alangkah celakanya nasib orang-orang kafir. Meskipun mereka bergelimang kekayaan dan harta melimpah sedemikian rupa, pada akhirnya, mereka akan mendapat tempat kembali yang paling buruk. Jadi, kebahagiaan itu bukan dengan harta dan anak-anak seperti yang dibayangkan oleh orang-orang yang berpikiran dangkal. Kebahagiaan sebenarnya adalah dengan keimanan, hati yang tenang, dan memakmurkan dunia dengan amal saleh untuk akhirat. Alangkah celakanya orang-orang kafir itu di setiap tempat dan setiap masa. Andaikan saja mereka mau mengambil pelajaran dari kondisi orang-orang sebelum mereka yang telah dicatat sejarah. Orang-orang Musyrik begitu sering menyakiti Nabi saw. dan orang-orang beriman, memerangi mereka tanpa kenal lelah, dan menyita harta mereka di Mekah. Namun, apa hasilnya? Apakah mereka mendapatkan kebaikan dari semua itu atau malah keburukan dan kebinasaan? Mereka akhirnya terbunuh secara sangat mengenaskan di Badar. Mereka dipukul sejadi-jadinya sebelum nyawa mereka dicabut dengan sangat keras. Kalau kondisi mereka ketika disiksa oleh para malaikat diperlihatkan pada kita, tentu kita akan melihat sesuatu yang sangat mengerikan dan tak dapat digambarkan.
Halaman 74 dari 186