SURAH AL-ANFAAL: 42-44

AL-ANFAAL (14)

AL-ANFAAL: 42-44

BANYAKNYA JUMLAH KAUM BERIMAN DI PERANG BADAR DALAM PANDANGAN KAUM MUSYRIKIN DAN SEDIKITNYA JUMLAH KAUM MUSYRIKIN DALAM PANDANGAN KAUM BERIMAN

إِذْ أَنتُم بِٱلْعُدْوَةِ ٱلدُّنْيَا وَهُم بِٱلْعُدْوَةِ ٱلْقُصْوَىٰ وَٱلرَّكْبُ أَسْفَلَ مِنكُمْ ۚ وَلَوْ تَوَاعَدتُّمْ لَٱخْتَلَفْتُمْ فِى ٱلْمِيعَـٰدِ ۙ وَلَـٰكِن لِّيَقْضِىَ ٱللَّهُ أَمْرًۭا كَانَ مَفْعُولًۭا لِّيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنۢ بَيِّنَةٍۢ وَيَحْيَىٰ مَنْ حَىَّ عَنۢ بَيِّنَةٍۢ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَسَمِيعٌ عَلِيمٌ ٤٢

*Artinya:* _(Yaitu di hari) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh, sedang kafilah itu berada di bawah kamu1#. Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu, akan tetapi (Allah mempertemukan dua pasukan itu) agar Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan, yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula)2. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,_


1#)- Maksudnya kaum muslim waktu itu berada di pinggir lembah yang dekat ke Madinah, dan orang-orang kafir berada di pinggir lembah yang jauh dari Madinah. Sedang kafilah yang dipimpin oleh Abu Sufyān itu berada di tepi pantai kira-kira
2#)- Maksudnya kemenangan kaum muslimin dan kehancuran kaum musyrikin.

إِذْ يُرِيكَهُمُ ٱللَّهُ فِى مَنَامِكَ قَلِيلًۭا ۖ وَلَوْ أَرَىٰكَهُمْ كَثِيرًۭا لَّفَشِلْتُمْ وَلَتَنَـٰزَعْتُمْ فِى ٱلْأَمْرِ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ سَلَّمَ ۗ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ٤٣

*Artinya:* _(yaitu) ketika Allah menampakkan mereka kepadamu di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka kepada kamu (berjumlah) banyak tentu saja kamu menjadi gentar dan tentu saja kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, akan tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati._

وَإِذْ يُرِيكُمُوهُمْ إِذِ ٱلْتَقَيْتُمْ فِىٓ أَعْيُنِكُمْ قَلِيلًۭا وَيُقَلِّلُكُمْ فِىٓ أَعْيُنِهِمْ لِيَقْضِىَ ٱللَّهُ أَمْرًۭا كَانَ مَفْعُولًۭا ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ ٤٤

*Artinya:* _Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kamu sekalian, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit pada penglihatan matamu dan kamu ditampakkan-Nya berjumlah sedikit pada penglihatan mata mereka, karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan. Dan hanyalah kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan._

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Peristiwa Perang Badar merupakan sesuatu yang ajaib, menakjubkan, dan kisah yang sangat menarik. Pada awalnya, pasukan Muslimin sangat lemah dan ketakutan karena jumlah yang sedikit dan persiapan yang tidak matang. Posisi mereka pun jauh dari air. Tanah di sekitar mereka adalah tanah pasir yang membuat kaki mereka terbenam. Sementara orang-orang kafir berada dalam kondisi yang sangat kuat karena jumlah dan persenjataan mereka yang cukup. Posisi mereka juga dekat dengan air. Tanah tempat mereka berada sangat baik untuk dilalui. Kafilah dagang berada di arah belakang mereka. Jadi, mereka bisa mengharapkan bantuan dari kafilah tersebut kapan saja.

Namun, perimbangan kekuatan berubah dan semua berbalik arah seratus delapan puluh derajat. Allah SWT memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin dan kebinasaan kepada kaum kafir sehingga hal ini menjadi mukjizat yang sangat besar dan bukti yang sangat kuat terhadap kebenaran Muhammad saw. dalam setiap yang ia sampaikan dari Tuhannya berupa janji kemenangan bagi kaum Muslimin.

*Ayat ( لِّيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنۢ بَيِّنَةٍۢ)* memberi sinyal terhadap makna ini, yaitu bahwa orang-orang yang akhirnya binasa mereka binasa setelah menyaksikan langsung mukjizat tersebut. Orang-orang beriman yang masih hidup juga menyaksikan mukjizat besar tersebut. Jadi, yang dimaksud dengan bukti nyata dalam ayat ini adalah mukjizat tersebut.

Allah SWT juga menginginkan untuk kedua kelompok tersebut ilmu pengetahuan dan kebaikan, seperti yang dapat dipahami dari firman-Nya (لِّيَهْلِكَ) dan seterusnya.

Jadi, menampakkan mukjizat dan memberitahukan kepada kedua kelompok, baik Mukmin maupun kafir, dengan bukti yang kuat akan kebenaran Islam dan kebatilan syirik adalah nikmat pertama dari berbagai nikmat yang Allah SWT limpahkan kepada ahli Badar. Nikmat kedua dapat ditarik dari firman-Nya (إِذْ يُرِيكَهُمُ ٱللَّهُ), menampakkan bahwa kaum kafir itu sedikit dalam pandangana kaum Muslimin agar mereka berani dan maju ke medan perang dengan semangat yang tinggi yang mampu mewujudkan kemenangan. Nikmat ketiga di hari Badar tampak dari *firman Allah SWT (وَإِذْ يُرِيكُمُوهُمْ).* Maksudnya petampakkan jumlah musuh yang sedikit di dalam tidur memang benar-benar terjadi ketika sadar. Jadi, ini memang terjadi dalam sadar. Allah SWT menampakkan jumlah kaum Musyrik itu sedikit dalam pandangan orang-orang beriman, dan Dia juga menampakkan jumlah kaum Muslimin sedikit dalam pandangan orang-orang Musyrik. Hikmah petampakkan sedikit yang pertama (yang ditampakkan pada orang beriman) adalah pembenaran terhadap mimpi Rasulullah saw., penguatan hati orang-orang beriman, dan menambah rasa berani dalam menghadapi musuh. Sementara itu, hikmah petampakan sedikit yang kedua (yang ditampakkan pada orang Musyrik) adalah ketika kaum Musyrikin melihat bahwa jumlah kaum Muslimin sedikit mereka tidak akan terlalu mempersiapkan diri. Ini merupakan salah satu faktor keberhasilan kaum Muslimin mengalahkan mereka.

Tujuan *Allah SWT berfirman ( لِيَقْضِىَ ٱللَّهُ أَمْرًۭا كَانَ مَفْعُولًۭا ۗ),* dalam dua tempat, yaitu pada ayat 42 dan ayat 44 adalah dalam tempat pertama disebutkan untuk menjelaskan bahwa Allah SWT melakukan hal tersebut adalah untuk memenangkan orang-orang beriman melawan orang-orang Musyrik dalam bentuk mukjizat yang bisa menjadi bukti kebenaran Rasul dan sebagai dorongan untuk terjadinya pertemuan dua pasukan. Sementara itu, penyebutannya di tempat kedua, yaitu untuk menampakkan jumlah kaum Muslimin sedikit dalam pandangan orang-orang Musyrik adalah untuk menjelaskan keinginan Allah yang melakukan itu semua, yaitu agar hal itu membuat orang-orang Musyrik tidak begitu memedulikan kekuatan kaum Muslimin dan tidak melakukan persiapan yang memadai untuk menghadapi kaum Muslimin. Semua itu untuk sebuah tujuan utama, yaitu membunuh orang-orang Musyrik dan memuliakan agama.

Allah SWT melalui *firman-Nya (وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ)* mengingatkan bahwa semua kondisi di dunia ini bukanlah menjadi tujuan secara asal, melainkan yang dituju dari semua itu adalah segala sesuatu yang bisa menjadi bekal untuk hari akhir nanti.

Di antara nikmat dan karunia Allah SWT yang merupakan bentuk keempat dari berbagai nikmat yang Allah SWT sebutkan dalam ayat ini adalah bahwa firman Allah (وَيُقَلِّلُكُمْ), adalah di awal pertempuran. Namun, ketika pertempuran berlangsung, kaum Muslimin begitu besar dan kuat dalam pandangan mereka sehingga seolah-olah kaum Muslimin menjadi banyak, sebagaimana *firman Allah SWT,*

_“(golongan) kafir yang melihat dengan mata kepala, bahwa mereka (golongan Muslim) dua kali lipat mereka." (Aali 'Imraan: 13)._====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login