AT-TAUBAH (16)
SURAH AT-TAUBAH: 36-37
JUMLAH BULAN DALAM HUKUM ALLAH, MEMERANGI ORANG-ORANG MUSYRIK SECARA TOTAL DAN PENGHARAMAN MENGUNDUR-UNDUR BULAN HARAM
Sebab Turunnya Ayat (37)
Ibnu Jarir ath-Thabari meriwayatkan dari Abi Malik dia mengatakan bahwa, "Orang-orang Arab dulu menjadikan satu tahun tiga belas bulan. Mereka menjadikan bulan Muharram sebagai bulan Shafar, maka mereka dalam bulan itu menghalalkan hal-hal yang diharamkan." Lalu Allah menurunkan ayat (اِنَّمَا النَّسِيْۤءُ زِيَادَةٌ فِى الْكُفْرِ ).
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Dua ayat ini menunjukkan hukum-hukum berikut.
1. Bilangan bulan-bulan Qamariah dalam ilmu Allah SWT dalam hukum-Nya dan kewajibannya di Lauh Mahfuzh pada hari Dia menciptakan langit dan bumi adalah dua belas. Allah SWT menciptakan bulan-bulan ini dan menamakannya dengan nama tertentu berdasarkan urutan Dia menciptakan langit dan bumi sesuai dengan sunnah Ilahiah dan sistem-Nya yang indah dan teratur. Dia menurunkan hal itu kepada para nabi-Nya dalam kitab-kitab-Nya yang diturunkan. Hukumnya tetap sebagaimana adanya. Perubahan orang-orang Musyrik terhadap nama-nama bulan tidak menghilangkan urutan-urutan bulan. Maksudnya adalah mengikuti perintah Allah SWT menolak apa yang dilakukan oleh orang-orang Jahiliyyah, yakni pengunduran nama-nama bulan dan pemajuannya serta mengaitkan hukum-hukum pada nama-nama yang mereka urutkan.
AT-TAUBAH (15)
SURAH AT-TAUBAH: 34-35
JALAN HIDUP ORANG-ORANG ALIM DAN PENDETA YAHUDI DALAM BERINTERAKSI DENGAN MANUSIA
Sebab Turunnya Ayat (34)
*Al-Wahidi* mengatakan bahwa, ayat ini turun mengenai para ulama, Qurra' Ahli Kitab. Mereka mengambil suap dari orang-orang awam, yakni makanan yang mereka dapatkan dari orang awam mereka.
AT-TAUBAH (14)
SURAH AT-TAUBAH: 30-33
AQIDAH AHLI KITAB (YAHUDI DAN NASRANI)
SEBAB TURUNNYA AYAT (30)
*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas*, dia mengatakan bahwa, *Sallam bin Misykam, Nu'man bin Abi Aufa, Muhammad bin Dihyah, Syas bin Qais, dan Malik bin Ash-Shaif* mendatangi Rasulullah saw., mereka mengatakan bahwa, "Bagaimana kami mengikutimu sementara kamu sudah meninggalkan kiblat kami?, dan kamu tidak menyangka bahwa Uzair adalah putra Allah. Maka Allah menurunkan ayat (وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ عُزَيْرٌ ٱبْنُ ٱللَّهِ ),
AT-TAUBAH (13)
SURAH AT-TAUBAH: 29
MEMERANGI AHLI KITAB
قَـٰتِلُوا۟ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ ٱلْحَقِّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ حَتَّىٰ يُعْطُوا۟ ٱلْجِزْيَةَ عَن يَدٍۢ وَهُمْ صَـٰغِرُونَ ٢٩
*Artinya:* Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Alkitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah1 dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.
1#)- Jizyah ialah pajak kepala yang dipungut oleh pemerintah Islam dari orang-orang yang bukan Islam, sebagai imbangan bagi jaminan keamanan diri mereka.
Halaman 69 dari 186