AL-A'RAAF (57)
AL-A'RAAF: 181-186
ORANG-ORANG YANG MENDAPAT HIDAYAH DAN ORANG-ORANG YANG MENDUSTAKAN AYAT-AYAT ALLAH DARI KALANGAN UMAT ISLAM
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Dalam ayat-ayat ini, Allah SWT menceritakan dakwah umat Nabi Muhammad saw. dan membagi mereka—sebagaimana halnya kaum para Nabi yang lain—menjadi dua kelompok: kelompok yang beriman lagi mendapat hidayah dan kelompok yang sesat lagi mendustakan.
Kelompok yang mendapat hidayah, Allah menyifati mereka sebagai orang-orang yang menunjuki manusia kepada kebenaran serta berhukum dengan kebenaran dan keadilan. Ini sama dengan sifat yang Allah SWT lekatkan kepada beberapa kaum Nabi Musa dengan dua sifat tersebut. Penyifatan seperti ini sangat objektif, adil, dan sesuai dengan kenyataan yang ada.
AL-A'RAAF (56)
AL-A'RAAF: 180
ASMA’UL HUSNA MILIK ALLAH SWT
SEBAB TURUNNYA AYAT
Diriwayatkan bahwa beberapa kaum Muslimin berdoa kepada Allah di dalam shalat dengan menggunakan lafal Allah, terkadang dengan lafal ar-Rahim dan terkadang dengan lafal ar-Rahman. Melihat hal itu kaum musyrikin berkata, "Muhammad dan para pengikutnya mengatakan bahwa mereka menyembah satu Tuhan. Tapi kenapa orang-orang ini berdoa kepada lebih dari satu?" Allah SWT menurunkan ayat ini yang mengandung penegasan bahwa nama-nama tersebut adalah milik Tuhan yang satu dan bukan Tuhan yang berbilang.
AL-A'RAAF (55)
AL-A'RAAF: 178-179
FAKTOR-FAKTOR HIDAYAH DAN KESESATAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Kelompok _Muktazilah_ berpendapat bahwa petunjuk dan kesesatan itu berdasarkan pilihan manusia. Adapun ayat (وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ), adalah untuk orang-orang yang sudah ditutup hati mereka. Orang-orang yang Allah sudah mengetahui bahwa mereka tidak punya rasa kasih sayang, dengan melihat kepada kekafiran mereka yang sudah mendalam dan keengganan mereka untuk keluar dari kekafiran tersebut. Allah SWT juga sudah mengetahui bahwa dari mereka tidak akan muncul selain perbuatan-perbuatan ahli neraka sehingga Allah SWT sudah menjadikan mereka tercipta untuk neraka. Jadi, ayat tersebut menunjukkan terjerumusnya mereka dalam perbuatan-perbuatan yang membuat mereka berhak untuk masuk ke neraka dan sifat-sifat mereka yang menjadikan mereka layak menjadi penghuni neraka.
AL-A'RAAF (54)
AL-A'RAAF: 175-177
KISAH BAL’AM BIN BA’URA' DAN ORANG-ORANG SESAT YANG MENDUSTAKAN AYAT-AYAT ALLAH SWT
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Tujuan dari kisah ini adalah untuk memberikan perumpamaan kepada orang kafir yang berpaling dari iman kepada Allah dan Rasul-Nya setelah mereka mengetahui yang haq. Siapa yang diberi oleh Allah ilmu dan agama, lalu ia lebih cenderung dan cinta kepada dunia, ia mirip dengan hewan yang paling hina, yaitu anjing yang biasa menjulurkan lidahnya yang biasa melakukan sesuatu yang hina dan rendah, baik karena kebutuhannya maupun tidak.
Halaman 81 dari 186