AL-A'RAAF (53)
AL-A'RAAF: 172-174
PERJANJIAN UMUM YANG DIAMBIL DARI ANAK CUCU ADAM
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan beberapa makna sebagai berikut.
1. Allah SWT menciptakan manusia atas fitrah tauhid. Artinya, pengakuan bahwa Allah SWT adalah Tuhan mereka Yang Maha Esa tanpa ada sekutu bagi-Nya.
2. Tidak ada alasan bagi seorang manusia untuk tidak mengenal Tuhannya karena ia bisa melihat berbagai bukti. Barangsiapa yang belum mendapatkan seruan Rasulullah saw., ia tidak akan dimaafkan di hari Kiamat kalau mempersekutukan Allah atau melakukan perbuatan keji yang tidak disukai oleh tabiat manusia yang murni dan bahaya yang dapat diketahui dengan akal yang jernih.
AL-A'RAAF (52)
AL-A'RAAF: 167-171
KISAH YAHUDI MENGENAI BUKIT YANG TERANGKAT, TERHINA DI AKHIRAT, TERBAGIBAGI DI DUNIA, KECUALI ORANG-ORANG SALEH
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini menjelaskan orang-orang Yahudi yang tetap berada dalam kekafiran dan keyahudian mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepada Muhammad saw. mereka tidak termasuk dalam substansi ayat-ayat ini.
Ayat-ayat tersebut menjelaskan beberapa hal.
1. Pemberitahuan kepada kepada orang-orang Yahudi terdahulu dan tentunya lebih utama lagi kepada orang-orang Yahudi yang kemudian jika mereka mengubah nash-nash Taurat dan tidak beriman kepada Nabi Muhammad, Allah SWT akan mengutus kepada mereka orang-orang yang akan menyiksa mereka sampai hari Kiamat.
AL-A'RAAF (51)
AL-A'RAAF: 163-166
AKAL LICIK YAHUDI UNTUK MENANGKAP IKAN PADA HARI SABTU DAN SIKSAAN BAGI PARA PENENTANG
Peristiwa Hari Sabtu bagi Kaum Yahudi
Dikisahkan bahwa kaum Yahudi sebenarnya diperintahkan (untuk khusus beribadah) pada hari Jum’at, namun mereka meninggalkan hari itu dan lebih memilih hari Sabtu. Akhirnya, mereka diuji dengan hari Sabtu. Ujian tersebut berupa larangan untuk menangkap ikan dan diperintahkan untuk mengagungkan pada hari tersebut. Ternyata ikan-ikan banyak bermunculan di hari Sabtu. Ikan-ikan tersebut tampak bersih-bersih dan gemuk-gemuk seperti ikan yang sedang hamil. Permukaan air sampai tidak kelihatan karena banyaknya ikan yang mengapung.
AL-A'RAAF (50)
AL-A'RAAF: 161-162
PERINTAH KEPADA BANI ISRAIL UNTUK MENETAP DI BAITUL MAQDIS
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa atau kejadian ini sangat jelas. Allah SWT menyiksa manusia atas dosa-dosa mereka di dunia ini sebelum siksaan di akhirat nanti. Seharusnya mereka menjauhkan diri dari kezaliman dan kefasiqan karena Allah SWT menyiksa Bani Israil disebabkan oleh kezaliman dan kefasiqan mereka sendiri, meskipun mereka memiliki beberapa kelebihan seperti banyaknya para Nabi dari kalangan mereka. Mereka diutamakan di atas sekalian alam (artinya alam di masa mereka hidup), dan sebagainya.===
Halaman 82 dari 186