AL-A'RAAF (46)
AL-A'RAAF: 155
MUSA MEMILIH TUJUH PULUH ORANG UNTUK BERCAKAP-CAKAP, MELIHAT, DAN BERMUNAJAT KEPADA TUHAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Seorang Mukmin harus beradab terhadap Allah dan tidak boleh menempuh cara-cara menentang. Permintaan mereka (Bani Israil) untuk melihat Allah SWT karena mereka membandingkannya dengan mendengar firman-Nya menyebabkan diturunkannya gempa yang hebat di bukit tempat mereka berada. Kalau hal ini saja menyebabkan diturunkannya adzab gempa, penyembahan terhadap patung anak sapi lebih pantas lagi mendapatkan adzab yang lebih keras dan dahsyat.
Yang dimaksud dengan penyesatan dalam *firman-Nya ( تُضِلُّ بِهَا مَن تَشَآءُ)* bukanlah pemaksaan untuk jatuh dalam kesesatan seperti yang dikatakan oleh madzhab Jabariyah karena ayatnya tidak berbunyi, “Engkau menyesatkan dengan gempa itu hamba-hamba-Mu yang Engkau kehendaki dari agama," namun ayatnya berbunyi (تُضِلُّ بِهَا), maksudnya dengan gempa itu. Tentu saja gempa itu tidak digunakan Allah untuk menyesatkan siapa-siapa. Berarti ayat ini mesti ditakwilkan. Takwilnya adalah bahwa Engkau menyiksa siapa yang Engkau kehendaki ketika ia tidak beriman atau Engkau membinasakan siapa yang Engkau kehendaki dengan gempa itu.
Demikian juga hidayah atau petunjuk yang disinggung dalam *firman-Nya (وَتَهْدِى مَن تَشَآءُ ۖ)* maksudnya adalah taufik dan bimbingan kepada jalan-jalan hidayah. Tentu saja yang menciptakan dorongan atau motivasi untuk beriman dan kafir itu adalah Allah SWT, sementara seorang hamba dengan kemampuan yang dimilikinya yang bisa digunakan untuk beriman atau untuk kafir bisa memilih satu dari dua hal tersebut sesuai dengan apa yang Allah ciptakan pada dirinya. Berarti maksud dari hidayah dan penyesatan dari Allah adalah dari segi _al-khalq wa al-ijad_ (penciptaan), maksudnya Allah yang menciptakan dan menjadikan kedua hal tersebut) bukan dari segi _al-kasb wa at-tahshil_ (usaha, maksudnya siapa yang mengusahaqannya, pent) karena yang pertama adalah perbuatan Allah sementara yang kedua adalah perbuatan manusia. Bani Israil telah menampakkan penentangan. Mereka meminta untuk melihat Allah secara langsung dan merekalah yang membuat-buat untuk menyembah patung anak sapi.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
