AL-A'RAAF (45)
AL-A'RAAF: 154
AKHIR KISAH PEMBUATAN PATUNG ANAK SAPI SEBAGAI TUHAN
وَلَمَّا سَكَتَ عَن مُّوسَى ٱلْغَضَبُ أَخَذَ ٱلْأَلْوَاحَ ۖ وَفِى نُسْخَتِهَا هُدًۭى وَرَحْمَةٌۭ لِّلَّذِينَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُونَ ١٥٤
*Artinya:* _“Dan setelah amarah Musa mereda, diambilnya (kembali) lauh-lauh (Taurat) itu; di dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya.”_ *(al-A'raaf: 154)*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Sifat santun adalah puncak semua akhlak. Ketika jiwa Musa telah tenang dan ia kembali menjadi santun, ia mulai mempelajari lauhlauh yang berisi Taurat tersebut. Di dalamnya, ia mendapati penjelasan tentang mana yang benar dan mana yang sesat, mana hidayah dan mana penyimpangan, serta mana rahmat dan mana adzab, dengan adanya penjelasan jalan yang lurus dan baik bagi orang yang takut terhadap Allah dan adzab-Nya.
Sesuai dengan hukum-hukum yang ada di dalamnya, Musa mulai menunjuki kaumnya pada substansinya dan mengajak mereka untuk mengamalkannya karena ia adalah syari'at dari Allah untuk Bani Israil. Inilah fase ketenangan dalam kehidupan Musa menurut hemat kami, setelah sebelumnya ia melewati berbagai pergolakan dan peristiwa-peristiwa yang sangat memengaruhi risalah yang dibawanya, bahkan, ia hampir kehilangan iman kaumnya untuk selamanya kalau ia tidak segera kembali merujuk kepada nasihat dan petunjuk yang terdapat di dalam Taurat.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
