SURAH AL-A'RAAF: 158

AL-A'RAAF (48)

AL-A'RAAF: 158

UNIVERSALITAS RISALAH ISLAM

قُلْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۖ فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِ ٱلنَّبِىِّ ٱلْأُمِّىِّ ٱلَّذِى يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَكَلِمَـٰتِهِۦ وَٱتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ ١٥٨

*Artinya:* _Katakanlah, "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-Nya, nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk"._

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat di atas menunjukkan bahwa Muhammad saw. diutus kepada seluruh makhluk dan risalahnya disebarkan secara merata untuk seluruh manusia, bahkan untuk seluruh alam, baik alam manusia maupun alam jin.

Yang dimaksud dengan seluruh manusia di sini adalah orang-orang yang telah dibebani syari'at, yaitu manusia yang sudah baligh dan berakal, berdasarkan sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh *Ahmad, Abu Dawud, dan al-Hakim dari Ali dan Umar:*

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ: عَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَبْلُغَ، وَعَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يُفِيقَ

_“Diangkat pena (lepas dari catatan amal, pent) dari tiga golongan: dari anak kecil sampai ia baligh, dari orang yang tidur sampai ia bangun, dan dari orang gila sampai ia sadar.”_ *(HR Ahmad, Abu Dawud, dan al-Hakim)*

Juga yang dimaksudkan dengan manusia di sini adalah setiap orang yang sampai kepadanya informasi tentang adanya seorang rasul, tentang mukjizat, dan syari'at-syari'at yang dibawanya. Sangat jarang sekali ada orang yang tidak sampai kepada mereka informasi tentang kemunculan Muhammad saw.

Ayat di atas juga menunjukkan tentang bukti bahwa Nabi saw. adalah utusan Allah untuk seluruh manusia. Ia diutus oleh Sang Pencipta alam yang memiliki sifat Maha Hidup, Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Esa, dan yang suci dari sekutu ayah dan anak yang mampu menghimpun manusia dan membangkitkan mereka di hari Kiamat. Pemilik langit dan bumi, yang berwenang untuk melakukan apa saja di alam ini, seluruh makhluk adalah hamba-hamba-Nya dan Dia yang memberi mereka nikmat yang sangat banyak Dia yang akan membalasi mereka setelah kematian mereka yang berarti bahwa Dia berkuasa untuk membebani makhlukNya dengan apapun yang Dia kehendaki.

Kewajiban seorang makhluk adalah beriman dengan keesaan dan ketuhanan Allah SWT, mengikuti kalimat-kalimat-Nya (syari'at-syari'at-Nya), dan tidak termasuk syari'at hal-hal yang bersifat duniawi, seperti pengaturan masalah pertanian, perindustrian, perdagangan yang dibolehkan, dan segala jenis ilmu yang bermanfaat. Semua itu diserahkan pada akal, pemikiran, dan pengalaman manusia, berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan *Bukhari dan Muslim,*

أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ

_“Kalian lebih tahu tentang masalah-masalah dunia kalian.”_ *(HR Bukhari dan Muslim)*

Di antara kalimat-kalimat Allah adalah mukjizat-mukjizat yang menunjukkan bahwa Muhammad adalah seorang nabi yang benar karena setiap sesuatu yang asing bisa dinamakan dengan kalimat. Mukjizat itu ada dua macam.

1. Mukjizat yang tampak pada pribadi Nabi saw, terutama kondisinya sebagai seseorang yang _ummiy_, tidak pernah belajar dari guru manapun, tidak pernah membaca buku apapun, dan tidak pernah bergaul dengan ulama manapun.

2. Mukjizat yang muncul dari dirinya seperti terbelahnya bulan dan keluarnya air dari sela-sela jarinya.

Dengan demikian, yang dimaksud dengan firman-Nya ( يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَكَلِمَـٰتِهِۦ) adalah ia beriman kepada Allah dan seluruh mukjizat yang Allah tampakkan kepadanya dan kepada kitab-kitab dan wahyu yang telah diturunkan oleh Allah kepadanya serta para rasul sebelumnya. ====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login