SURAH AL-A'RAAF: 159-160

AL-A'RAAF (49)

AL-A'RAAF: 159-160

SEBAGIAN KAUM MUSA MENGIKUTI YANG HAQ DAN TENTANG NIKMAT ALLAH KEPADA BANI ISRAIL DI PADANG PASIR TIH

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat yang pertama (وَمِن قَوْمِ مُوسَىٰٓ) Menunjukkan bahwa Islam tidak mengenal fanatisme dan Allah mengajarkan kepada kita cara dalam menilai manusia dan segala sesuatu dengan cara yang benar dan adil. Inilah penilaian yang objektif dan murni dan penilaian inilah yang akan kekal dan abadi. Ayat tersebut merupakan pengakuan dan persaksian yang agung dari Allah terhadap sekelompok kaum Bani Israil bahwa mereka berkomitmen pada kebenaran dan keadilan, baik terhadap diri mereka maupun terhadap orang lain. Mereka beriman kepada Nabi Musa dan nabi-nabi setelahnya. Mereka menghukum di antara manusia dengan adil dan menyeru mereka kepada jalan yang benar dengan cara yang bijak.

Keistimewaan ini juga terdapat pada umat Nabi Muhammad saw. Setelah kembali ke dunia dari perjalanan isra', Allah menurunkan wahyu kepada Nabi-Nya,

_“Dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan [dasar] kebenaran, dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil."_ *(al-A'raaf: 181)*

Yang dimaksud di dalam ayat ini adalah umat Nabi Muhammad saw.. Jadi, Allah memberitahukan kepada Nabi Muhammad bahwa, _"Apa yang Aku berikan kepada Musa dalam kaumnya, Aku berikan juga padamu dalam umatmu."_

Sementara itu, ayat (وَقَطَّعْنَـٰهُمُ ) menjelaskan dibaginya Bani Israil menjadi dua belas kelompok karena mereka memang berasal dari dua belas orang dari anak-anak Nabi Ya'qub. Jadi, Allah membeda-bedakan mereka agar mereka tidak saling merasa iri yang akan menimbulkan terjadinya konflik dan silang pendapat. Sudah barang tentu pembagian seperti ini akan menghindarkan mereka dari perbedaan dan sengketa dalam memperoleh berbagai manfaat dan juga agar urusan masing-masing suku dapat diketahui secara detail oleh masing-masing pemimpin mereka sehingga tugas Nabi Musa pun semakin ringan.

*Firman Allah (وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ)* Menjelaskan tentang nikmat-nikmat besar yang Allah karuniakan kepada Bani Israil. _Pertama,_ diberikan minuman di padang pasir dari sumber-sumber mata air yang memancarkan dua belas mata air sesuai jumlah suku yang ada dengan pukulan tongkat Nabi Musa ke sebuah batu.

Ini merupakan sebuah makjizat yang luar biasa bagi Nabi Musa, seperti halnya mukjizat tongkat yang berubah menjadi ular, tangan yang bercahaya, dan terbelahnya lautan untuk menyelamatkan mereka dari kejaran Fir'aun dan kaumnya. _Kedua,_ mereka dinaungi dengan awan. _Ketiga,_ diturunkannya manna dan saiwa dan Allah membolehkan segala yang baik-baik bagi mereka dan memudahkan mereka memperoleh makanan dan minuman. Akan tetapi, Bani Israil tidak mensyukuri nikmat-nikmat besar tersebut, bahkan mereka mengingkarinya dan menganiaya diri mereka sendiri dengan melakukan berbagai maksiat mereka telah fasiq karena enggan untuk menaati Allah SWT.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login