AL-A'RAAF (29)
AL-A'RAAF: 94-95
SUNNAH (KETENTUAN) ALLAH DALAM MEMBERI KESEMPITAN DAN KELAPANGAN SEBELUM MEMBINASAKAN SUATU KAUM
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Penuh kasih dan memberikan waktu merupakan salah satu ciri khas dari sunnah Allah yang akan selalu berlaku terhadap makhluk-Nya agar para makhluk mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa, meluruskan arah hidup, dan meninggalkan segala kemaksiatan dan penyimpangan yang telah mereka lakukan.
Cobaan terkadang berbentuk keburukan dan terkadang berbentuk kebaikan.
AL-A'RAAF (28)
AL-A'RAAF: 88-93
DIALOG NABI SYU'AIB DENGAN TOKOH-TOKOH KAUMNYA DAN ADZAB YANG DITIMPAKAN KEPADA MEREKA BERUPA GEMPA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Di antara reaksi yang timbul dari dakwah Nabi Syu'aib yang dijuluki sebagai khatib (orator) kepada kaumnya untuk menyembah Allah semata dan tidak memakan harta orang lain dengan cara yang batil. Mereka mengajukan padanya dua pilihan yang sangat berbahaya: diusir dan diasingkan atau kembali ke agama mereka.
AL-A'RAAF (27)
AL-A'RAAF: 85-87
KISAH NABI SYU'AIB
Sorotan Sejarah:
Ini adalah kisah kelima dari kisah-kisah para nabi setelah *Nuh, Hud, Shalih, dan Luth*, yaitu kisah *Syu'aib* bersama kaumnya, penduduk Madyan. *Syu'aib* adalah bin *Maikil bin Yasyjar*. Dia adalah salah seorang nabi dari Arab. Nama *Syu'aib* tersebut sepuluh kali dalam Al-Qur’an: dalam al-A'raaf: 85, 88, 90, 93; Huud: 84, 87, 90, 95; asy-Syu'araa’: 177; al-'Ankabuut: 36. Nabi Syu'aib diutus sebelum zaman Nabi Musa, sebab Allah SWT setelah menyebutkan kisah-kisah para nabi yang lima, berfirman:
AL-A'RAAF (26)
AL-A'RAAF: 80-84
KISAH NABI LUTH
Sorotan Sejarah:
*Luth* adalah anak *Haran*, saudara *Nabi Ibrahim bin Tarih*. Dia mengimani Nabi Ibrahim dan mendapatkan hidayah dengan hidayah Nabi Ibrahim. Sebagaimana *firman Allah SWT:*
_"Maka Luth membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku; sungguh. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."_ *(al-'Ankabuut: 26)*
Halaman 88 dari 186