SURAH AL-A'RAAF: 73-79

AL-A'RAAF (25)
AL-A'RAAF: 73-79

KISAH NABI SHALIH

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Tsamud, sebagaimana Ad adalah dari kabilah Arab asli. Allah mengutus kepada mereka Shalih sebagai nabi. Mereka adalah kaum Nabi Shalih. Dia adalah termasuk orang yang nasab dan kedudukannya mulia di kaumnya. Dia mengajak mereka ke jalan Allah sampai beruban. Tidak ada yang mengikutinya kecuali kelompok kecil dari orang-orang yang dianggap lemah. Orang-orang yang sombong berkata, "Kami mengufuri apa yang dibawa oleh Shalih." Ar-Razi mengatakan ayat ini adalah termasuk hujjah yang paling besar dalam menjelaskan bahwa kefakiran adalah lebih baik daripada kekayaan. Hal itu karena sombong hanya muncul dari banyaknya harta dan kedudukan. Penganggapan lemah hanya terjadi karena sedikit harta dan kedudukan. Allah pun menjelaskan bahwa banyaknya harta dan kedudukan membuat mereka membangkang, enggan, ingkar dan kufur. Sedikitnya harta dan kedudukan membuat mereka beriman, percaya dan tunduk. Ini menunjukkan bahwa kefakiran lebih baik dari kekayaan. Firman Allah: - ٱلْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِن سُهُولِهَا قُصُورًۭا - maksudnya di semua tempat, juga firmanNya, (وَتَنْحِتُونَ ٱلْجِبَالَ بُيُوتًۭا ۖ) .

Ini karena usia mereka yang panjang. Atap dan bangunan telah rusak sebelum usia mereka habis. Ayat tersebut dijadikan dalil orang yang membolehkan bangunan tinggi seperti istana dan sebagainya. Juga dengan firman-Nya:

_"Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik?"_ *(al-A'raaf: 32)*

*Nabi Muhammad saw*. sebagaimana diriwayatkan oleh *Ibnu Abid-Dunya* dari *Ali bin Zaid bin Jad’an* dalam sebuah hadits mursal, bersabda:

- إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ يَرَى أَثَرَ نِعْمَتِهِ عَلَى عَبْدِهِ فِي مَأْكَلِهِ وَمَشْرَبِهِ -

_“Sesungguhnya Allah SWT suka jika bekas nikmat-Nya tampak pada hamba-Nya, dalam makanan dan minumannya.”_

Di antara nikmat Allah bangunan yang bagus dan pakaian yang bagus. Ulama lain memakruhkannya. Di antaranya adalah *Hasan al-Bashri* dan lain-lain. Mereka berargumentasi dengan sabda *Nabi Muhammad saw*., sebagaimana diriwayatkan oleh *ath-Thabrani* dan *al-Khatib* dari *Jabir*. Ini hadits dhaif, _"Jika Allah menghendaki seorang hamba jelek. Dia membuat hijau tanahnya dan batu bata sehingga dia bisa membangun bangunan.”_ Dalam hadits lain *Nabi Muhammad saw*. sebagaimana diriwayatkan oleh *ath-Thabrani* dan *Abu Na’im* dari *Ibnu Mas'ud*, bersabda, _"Barangsiapa membangun melebihi kebutuhannya, pada hari kiamat Allah akan membebaninya untuk mengangkat bangunan itu di atas lehernya."_

*Ad-Daruquthni* meriwayatkan dari *Jabir bin Abdullah*, dia berkata, Nabi Muhammad saw. bersabda:

- كُلُّ نَفَقَةٍ يُنْفِقُهَا الْمُؤْمِنُ فَهِيَ عَلَى اللَّهِ ضَمَانٌ، إِلَّا نَفَقَةً فِي بُنْيَانٍ أَوْ فِي مَعْصِيَةٍ -

"Setiap nafkah yang dikeluarkan oleh orang Mukmin, maka jaminannya ada pada Allah SWT kecuali nafkah untuk bangunan atau maksiat!" (HR ad-Daruquthni)

Firman Allah SWT (فَٱذْكُرُوٓا۟ ءَالَآءَ ٱللَّهِ) menunjukkan bahwa orang-orang kafir diberi nikmat.

Firman Allah SWT (قَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ لِلَّذِينَ ٱسْتُضْعِفُوا۟) menunjukkan para pembesar, pemimpin adalah orang-orang yang sombong untuk beriman. Keadaan mereka dalam hal itu adalah seperti yang lain dengan setiap nabi dan reformis. Mereka membangkang dan merasa tinggi daripada nabi atau reformis. Di sini juga ada petunjuk bahwa orang-orang yang dianggap lemah adalah orang-orang yang mengimani risalah Nabi Shalih. Ini adalah keadaan yang biasa juga bagi setiap nabi. Orang-orang lemah dan orang-orang fakir bergegas untuk mendengarkan kalimat kebenaran, hidayah, dan keimanan. Mereka akan menjadi penghuni surga. Orang-orang yang sombong itu adalah penghuni neraka dan siksa di dunia. Ucapan Nabi Shalih (وَقَالَ يَـٰقَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّى وَنَصَحْتُ لَكُمْ) ada kemungkinan dia mengucapkannya sebelum mereka mati. Ada kemungkinan dia mengatakannya setelah mereka mati. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw. kepada orang-orang kafir yang terbunuh pada Perang Badar, _"Apakah kalian mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhan kalian sebagai kebenaran?"_ Ada yang bertanya, "Apakah engkau berbicara dengan mayat-mayat itu?" Nabi bersabda, _"Kalian tidak lebih mendengar dari mereka. Hanya saja mereka tidak bisa menjawab."_ Al-Qurthubi berpendapat bahwa yang pertama adalah yang lebih jelas kebenarannya. Ini ditunjukkan oleh kalimat (وَلَـٰكِن لَّا تُحِبُّونَ ٱلنَّـٰصِحِينَ) artinya kamu tidak menerima nasihatku. *Ibnu Katsir* dan yang lain menyebutkan bahwa Nabi Shalih mengatakan hal itu kepada mereka setelah kebinasaan mereka sebagai bentuk bentakan dan penghinaan.

Firman Aliah SWT (فَأَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ) menunjukkan bahwa gempa itu menimpa mereka setelah mereka diingatkan. Namun, realitasnya tidak demikian. Sebab Allah SWT dalam ayat lain berfirman: 

_“kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang hesar."_ *(Huud: 11)*

Tidak ada kontradiksi antara kata (gempa) - ٱلرَّجْفَةُ - di sini dengan -(الطاغية) -(angin yang sangat keras, melampaui batas), (الصيحة) - (jeritan),  (الصاعقة) - (suara keras) sebagaimana telah kami sebutkan, di ayat-ayat lain. Sebab (- ٱلرَّجْفَةُ -) adalah gempa di bumi. Itu adalah gerakan yang luar biasa. Tidak aneh dia dinamakan juga (الطاغية) yakni nama untuk semua yang melampaui batas. Huruf ha' pada kata (الطاغية) adalah untuk mubalaghah. Adapun (الصيحة) (suara keras) karena biasanya gempa tidak lepas dari suara hebat yang menakutkan. Adapun (الصاعقة) (suara gemuruh), biasanya itu adalah suara gempa, demikian halnya kata (الزجرة) Allah SWT berfirman:

_"Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja. Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru)."_ *(an-Nazii'aat: 13-14)*

Dalam kisah ini ada mukjizat-mukjizat bahwa kaum Tsamud telah menyaksikan keluarnya unta dari batu besar. Mereka menyaksikan bahwa air yang, menjadi minuman kaum itu adalah dua hari sekali. Itu adalah minuman untuk seekor unta pada hari kedua.

Kemudian kaum itu ketika menyembelihnya. *Nabi Shalih* sudah mangancam mereka dengan adzab yang keras jika membunuhnya, ketika mereka telah melihat bekas-bekas adzab, setelah mereka membunuhnya, menghendaki mereka untuk berpaling dari sikap mereka yang terus-menerus kufur dan taubat darinya. Diriwayatkan bahwa mereka menjadi merah pada hari pertama, kemudian menjadi kuning pada hari kedua, lalu menjadi hitam pada hari ketiga. Adapun unta, ia makan di lembah-lembah. Datang dari gang, kembali dari gang lainnya supaya muat unta tersebut. Sebab unta tersebut menjadi penuh karena air. Unta tersebut sebagaimana telah disebutkan adalah makhluk yang menakjubkan, jika melewati ternak-ternak mereka, ternak itu akan lari menjauh.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login