SURAH AL-A'RAAF: 59-64

AL-A'RAAF (23)

AL-A'RAAF: 59-64

KISAH NABI NUH

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Kisah Nabi Nuh menunjukkan bahwa dia memerhatikan dakwah untuk kaumnya dengan tiga unsur.

_Pertama_, dia memerintahkan mereka menyembah Allah SWT.

_Kedua_, dia menghukumi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Maksud dari ucapan pertama adalah pembuktian adanya pembebanan pelaksanaan perintah. Maksud ucapan kedua adalah pernyataan tauhid. Yang kedua adalah seperti alasan untuk yang pertama.

_Ketiga_, (ۥٓ إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍۢ) berupa siksa hari Kiamat atau siksa waktu terjadinya taufan. Yang dimaksud dengan takut adalah keyakinan sebab dia yakin dengan pasti akan turunnya siksa kepada mereka bisa di dunia atau di akhirat jika mereka tidak menerima agama. Ulama lain mengatakan bahwa justru yang dimaksudkan adalah dugaan dan keraguan. Makna lahir ayat ini menunjukkan bahwa illah adalah yang berhak disembah sebab *firman-Nya ( يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓ)* adalah _itsbat_ (penetapan) dan _nafi_ (penafian), keduanya harus terjadi pada satu pengertian sampai ucapan menjadi benar, jadi, maknanya adalah sembahlah Allah yang kalian tidak mempunyai sesembahan selain-Nya, sampai terterapkan nafi dan itsbat. Ayat itu juga menunjukkan bahwa pelaku kejahatan dan orang-orang kafir biasanya memandang orang-orang baik dan orang-orang Mukmin dalam kesesatan. Mereka selalu memusuhi orang-orang yang mendapatkan hidayah. Mereka menisbahkan kepada Nabi Nuh dalam hal pengakuan kenabian sebagai kesesatan.

Mereka mendustakannya, membangkang dakwahnya, terus-menerus menyakiti dan tidak henti-henti menyembah berhala-berhala.

Tugas para nabi biasanya adalah menyampaikan risalah. Ada perbedaan antara _tabligh_ (penyampaian) _risalah_ dan _nasihat_.

_*Tabligh*_ artinya pengenalan berbagai macam beban-beban Allah kepada manusia, perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya, sedangkan nasihat adalah anjuran berbuat ketaatan, ancaman berbuat maksiat dengan mendasarkan pada sarana-sarana _targhib_ (membuat suka melakukan kebaikan), dan _tarhib_ (membuat takut melakukan dosa). Ayat-ayat tersebut menyebutkan tujuan yang karenanya Allah mengutus para rasul. Allah SWTT berfirman (لِيُنْذِرَ عَلَيْكُمْ) dan hal-hal yang untuk hal itu rasul memberikan peringatan. Rasul mengatakan (لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ) dan apa saja yang karenanya mereka bisa bertakwa. Rasul berkata (لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ). Pasalnya, menaati Rasul adalah jalan menarik rahmat Ilahi. Maksud dari pengutusan adalah memberi peringatan. Maksud dari memberi peringatan adalah takwa (takut) dari semua hal yang tidak pantas. Maksud dari takwa adalah memperoleh rahmat di negeri akhirat. *Al-Juba’i, al-Ka’bi, al-Qadhi Abdul Jabbar al-Mu’tazili* berkata, ‘Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT menghendaki orang-orang yang kepada mereka para rasul diutus: takwa dan memperoleh rahmat.”

Nabi atau rasul biasanya dari jenis orang-orang yang kepada mereka rasul diutus. Dia adalah manusia dari jenis manusia yang diberi dakwah kepada agama Allah. Kalau rasul berupa malaikat, barangkali karena perbedaan jenis akan terjadi ketidakcocokan karakter. Oleh karena itu, dalam kisah setiap nabi, diulang kalimat laki-laki dari kalian sebagai rasul atau laki-laki dari mereka sebagai rasul.

Akibat yang diterima kaum Nuh yang mendustakan, ingkar, musyrik adalah ditenggelamkan dengan taufan yang besar.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login