AL-A'RAAF (17)
AL-A'RAAF: 48-49
PERDEBATAN ANTARA ORANG-ORANG YANG DI ATAS A'RAAF DENGAN PENGHUNI NERAKA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Standar keutamaan dan tolok ukur kemajuan dan keunggulan di akhirat berbeda dengan apa yang ada di dunia. Harta, kekuatan dan kumpulan anggota bukanlah dasar kejayaan, kebahagiaan, dan keselamatan di akhirat. Dasarnya adalah keimanan dan amal saleh. Kelompok para pemimpin yang musyrik yang sangat keras, sombong, dan kaya adalah di neraka. Kelompok orang-orang Mukmin yang takwa, lemah, dan tawadhu kepada Allah adalah di surga yang paling tinggi. Anugerah Allah dan rahmat-Nya mencakup orang-orang yang kurang, yakni orang-orang yang di atas A'raaf yang kebaikan dan kejelekan mereka sama. Ini adalah sanggahan kepada penghuni neraka yang bersumpah bahwa orang-orang yang ada di A'raaf masuk neraka bersama mereka. Malaikat berkata kepada orang-orang yang ada di A'raaf (ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَآ أَنتُمْ تَحْزَنُونَ).====
AL-A'RAAF (16)
AL-A'RAAF: 44-47
PERCAKAPAN ANTARA PENGHUNI SURGA DAN NERAKA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat tersebut menunjukkan hal-hal berikut:
1. Perdebatan, percakapan, atau saling memanggil antara penghuni surga dan penghuni neraka dimaksudkan untuk menggertak orang-orang kafir dan menghina mereka, kemudian perdebatan ini diputuskan oleh suara penyeru malaikat yang memanggil dengan suara keras (أَن لَّعْنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلظَّـٰلِمِينَ).
2. Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir pada hari Kiamat mengakui bahwa janji dan ancaman Allah adalah haq dan benar. Itu tidak mungkin jika mereka mengetahur zat Allah dan sifat-sifat-Nya pada hari Kiamat.
3. Penyeru menjatuhkan laknat Allah kepada orang yang mempunyai empat sifat:
AL-A'RAAF (15)
AL-A'RAAF: 42-43
BALASAN ORANG-ORANG MUKMIN YANG BERTAKWA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Dua ayat tersebut menunjukkan hal-hal berikut ini.
1. Orang-orang yang beriman dan melakukan amal saleh adalah para pemilik surga dan mereka kekal di dalamnya.
2. Pembebanan adalah sesuai batas kemampuan dan keleluasaan, baik itu pembebanan syara’, seperti ibadah dan kefardhuan-kefardhuan, maupun pembebanan materiil seperti nafkah istri.
3. Di antara nikmat Allah SWT kepada penghuni surga adalah dilepaskannya dendam di hati yang dulu pernah ada di dunia.
AL-A'RAAF (14)
AL-A'RAAF: 40-41
BALASAN ORANG-ORANG KAFIR
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Dua ayat tersebut menunjukkan hal-hal sebagai berikut.
1. Amal perbuatan orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah dan sombong terhadapnya tidak diterima. Oleh sebab itu, pintu-pintu langit tidak dibukakan untuk amal perbuatan mereka ataupun nyawa mereka.
2. Surga ada di langit. Ini karena makna firman Allah tersebut adalah tidak diizinkan untuk mereka naik ke langit dan tidak diketuk untuk mereka masuk pintu surga.
3. Orang-orang kafir mustahil masuk surga. Mereka tidak akan memasukinya sama sekali. Mereka selamanya diharamkan bagaimana pun keadaannya.
Halaman 91 dari 186