SURAH AL-A'RAAF: 42-43

AL-A'RAAF (15)

AL-A'RAAF: 42-43

BALASAN ORANG-ORANG MUKMIN YANG BERTAKWA

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Dua ayat tersebut menunjukkan hal-hal berikut ini.

1. Orang-orang yang beriman dan melakukan amal saleh adalah para pemilik surga dan mereka kekal di dalamnya.

2. Pembebanan adalah sesuai batas kemampuan dan keleluasaan, baik itu pembebanan syara’, seperti ibadah dan kefardhuan-kefardhuan, maupun pembebanan materiil seperti nafkah istri.

3. Di antara nikmat Allah SWT kepada penghuni surga adalah dilepaskannya dendam di hati yang dulu pernah ada di dunia.

4. Hak mewarisi surga adalah karena imbangan terhadap amal saleh. Dalam firman Aliah SWT (تِلْكُمُ ٱلْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ) ada dalil bahwa manusia masuk surga dengan amalnya, namun masuk surga adalah dengan rahmat dan anugerah Allah, sebagaimana firman Allah SWT,

“Yang demikian itu adalah karunia dari Allah." {an-Niisaa’: 70)

“Maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia dari-Nya (surga)." (An-Niisaa’: 175)

Dalam Shahih Muslim disebutkan:

“Amal salah seorang dari kalian tidak akan memasukkan kalian ke dalam surga. Para sahabat bertanya, ‘Tidak pula engkau wahai Rasulullah? ’Nabi bersabda, 'Tidakpula aku, kecuali Allah melimpahkan kepadaku dengan rahmat dan anugerah-Nya!” (HR Muslim)

Dari sini, jelas bahwa pewarisan tempat-tempat di surga adalah dengan amal perbuatan, sedangkan masuk ke dalamnya adalah dengan rahmat dan anugerah Ilahi. Inilah pendapat al-Qurthubi yang berkata, "Kesimpulannya, surga dan tempat-tempat yang ada di dalamnya tidak bisa diperoleh, kecuali dengan rahmat-Nya. Jika mereka masuk ke dalamnya dengan amal perbuatan mereka, mereka mewarisinya dengan rahmat-Nya dan memasukinya dengan rahmat-Nya. Dengan demikian, amal perbuatan mereka adalah rahmat dari Allah kepada mereka dan anugerah terhadap mereka." Ini dekat dengan pendapat Ibnu Katsir, dia berkata, "Karena amal perbuatan kalian rahmat Allah mencapai kalian, lalu kalian bisa masuk surga dan kalian tempati tempat-tempat kalian sesuai dengan amal perbuatan kalian.”

Barangkali, bisa dikompromikan dengan cara lain yang lebih bagus, yaitu bahwa amal manusia betapa pun banyaknya tidak berhak mendapatkan surga karena amal itu sendiri kalau saja tidak ada rahmat dan anugerah Allah. Allah SWT telah menjadikan balasan yang agung untuk amal perbuatan yang sedikit. Jadi, masuk surga adalah dengan rahmat dan anugerah Allah.

Kesimpulan, amal saleh menurut pendapat Ahlus Sunnah adalah harus, sebagai syarat masuk surga dalam timbangan keadilan dan mewujudkan keseimbangan kesempatan antar semua manusia. Namun, harus bergabung di dalamnya rahmat Allah dan anugerah-Nya. Allah menjadikan balasan surga sebagai balasan amal perbuatan karena anugerah dan rahmat-Nya. Membalas yang sedikit dengan yang banyak adalah karena anugerah dan rahmat-Nya. Bukan karena itu hak dan kewajiban Allah dengan alasan ibadah seperti kewajiban membayar utang yang tidak ada pilihan lain untuk membayarnya, sebagaimana dipahami oleh Muktazilah sebab mustahil secara akal mewajibkan sesuatu kepada Allah SWT.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login