SURAH AL-A'RAAF: 44-47

AL-A'RAAF (16)

AL-A'RAAF: 44-47

PERCAKAPAN ANTARA PENGHUNI SURGA DAN NERAKA

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat-ayat tersebut menunjukkan hal-hal berikut:

1. Perdebatan, percakapan, atau saling memanggil antara penghuni surga dan penghuni neraka dimaksudkan untuk menggertak orang-orang kafir dan menghina mereka, kemudian perdebatan ini diputuskan oleh suara penyeru malaikat yang memanggil dengan suara keras (أَن لَّعْنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلظَّـٰلِمِينَ).

2. Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir pada hari Kiamat mengakui bahwa janji dan ancaman Allah adalah haq dan benar. Itu tidak mungkin jika mereka mengetahur zat Allah dan sifat-sifat-Nya pada hari Kiamat.

3. Penyeru menjatuhkan laknat Allah kepada orang yang mempunyai empat sifat:

a. Mereka adalah orang-orang yang zalim artinya orang-orang musyrik atau orang-orang kafir dengan dalil terjadinya perdebatan antara penghuni surga dan neraka.

b. Mereka menghalang-halangi jalan Allah. Artinya, mereka menghalangi manusia untuk menerima agama yang benar, adakalanya dengan ancaman atau rekayasa.

c. Mereka menginginkan agar jalan itu bengkok. Artinya, mereka melemparkan keraguan-keraguan dan syubhat-syubhat tentang dalil-dalil agama yang benar.

d. Mereka mengufuri hari akhir. Ini adalah penjelasan bahwa laknat itu tidak jatuh, kecuali kepada orangorang kafir.

4. Orang-orang yang di atas A'raaf, maksudnya pagar yang ada di antara surga dan neraka, bimbang di antara dua keadaan. Mereka memanggil penghuni surga, mengucapkan salam kepada mereka, dan mengharapkan bisa masuk surga dengan anugerah dan rahmat dari Allah. Mereka belum lagi memasukinya, namun mereka mengetahui bahwa mereka akan memasukinya. Mereka melihat penghuni neraka dengan tiba-tiba, tanpa sengaja, dan tidak diinginkan, lalu mereka memohon kepada Allah dengan merendahkan diri agar Dia tidak menjadikan mereka termasuk penghuni neraka itu. Mereka mengetahui bahwa Allah tidak akan menjadikan mereka bersama orang-orang kafir. Orang-orang yang di atas A'raaf adalah orang-orang yang kebaikan dan kejelekan mereka sama, menurut pendapat sekelompok sahabat dan tabi’in. *Ibnu Athiyyah* berkata, tersebut dalam *Musnad Khaitsamah bin Sulaiman*, ada hadits dari *Jabir bin Abdullah*, dia berkata, *Rasulullah saw. bersabda:*

_"Timbangan-timbangan diletakkan pada hari Kiamat. Kebaikan dan kejelekan ditimbang. Barangsiapa yang kebaikannya unggul daripada kejelekannya seberat telur kutu, maka akan masuk surga. Barangsiapa yang kejelekan-kejelekannya unggul daripada kebaikan-kebaikannya seberat telur kutu, maka akan masuk neraka. Ada yang bertanya, 'Wahai Rasulullah, bagaimana dengan orang yang kebaikan dan kejelekannya sama?' Rasulullah saw. bersabda, 'Mereka adalah orang-orang yang ada di A'raaf. Mereka belum lagi memasuki surga sementara mereka menginginkannya"_.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login