AL-A'RAAF (1)
AL-A'RAAF: 1-3
MENGIKUTI AL-QUR’AN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal berikut.
1. *Al-Qur'an* adalah _kalamullah_ yang diturunkan kepada nabi-Nya, Muhammad saw.. Akal menyaksikan bahwa ini tidak terjadi, kecuali dengan jalan wahyu dari Allah SWT. Pasalnya, Rasulullah saw. buta huruf, tidak bisa membaca atau menulis, juga karena ini adalah kalam yang mengandung mukjizat yang tidak muncul dari manusia. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dan berlalunya masa membuktikan keunggulan Al-Qur'an dan kesesuaiannya untuk setiap waktu. Ini tidak mungkin disifatkan pada hukum buatan manusia.
AL-A'RAAF
SURAH AL-A'RAAF
[MAKKIYYAH, DUA RATUS ENAM AYAT]
PENAMAAN SURAH
Surah ini dinamakan al-A'raaf karena ada nama A'raaf di dalamnya. Al-A'raaf adalah pagar antara surga dan neraka. *Ibnu Jarir ath-Thabari* mengatakan bahwa al-A'raaf adalah bentuk jamak dari _'urf_. Semua yang tinggi pada bumi oleh orang-orang Arab dinamakan _'urf_. Jengger ayam jantan dinamakan _'urf_ karena tempatnya di atas. *_Ibnu Jarir ath-Thabari_* meriwayatkan dari *Hudzaifah* bahwa dia ditanya tentang _ashhaabul a’raaf_, dia menjawab, "Mereka adalah kaum yang kebaikan dan kejelekannya sama. Kejelekan mereka menjauhkan mereka dari surga, sedangkan kebaikan mereka membawa mereka jauh dari neraka. Oleh sebab itu, mereka berhenti di sana, di atas pagar sampai Allah memutuskan nasib mereka."
AL-AN'AAM (50)
AL-AN'AAM: 161-164
MENGIKUTI AGAMA NABI IBRAHIM DALAM TAUHID, IBADAH, DAN KEPRIBADIAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Dalam kehidupan, ada dua sisi yang berlawanan, yaitu perpecahan dan persatuan. Agama Allah tidak lepas dari pengaruh dua sisi ini. Ketika menjelaskan bahwa orang-orang kafir berpecah belah, Allah menjelaskan bahwa Dia telah memberi hidayah kepada para nabi dan juga Rasulullah saw. kepada agama yang lurus, yakni agama Nabi Ibrahim.
AL-AN'AAM (49)
AL-AN'AAM: 160
BALASAN KEBAIKAN DAN KEBURUKAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Perbedaan balasan kebaikan dengan kejelekan merupakan bagian dari karunia Allah dan rahmat-Nya sebab pahala—menurut pendapat Ahlus Sunnah—pada hakikatnya adalah anugerah dari Allah SWT Barangsiapa melakukan kebaikan, dia akan mendapatkan sepuluh lipat kebaikan dari yang wajib dia dapatkan. Bisa juga berlipat sampai tujuh ratus kali, bahkan sampai berlipat-lipat banyak sekali sesuai dengan kehendak dan hikmah Ilahi juga sesuai dengan hal-hal yang menyertai amal saleh, seperti niat baik dan ikhlas kepada Allah SWT. Barangsiapa melakukan satu perbuatan jelek, dia tidak mendapatkan balasan, kecuali yang sepadan dan setimpal. Abu Dzar meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda:
Halaman 95 dari 186