SURAH AL-AN'AAM: 160

AL-AN'AAM (49)

AL-AN'AAM: 160

BALASAN KEBAIKAN DAN KEBURUKAN

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Perbedaan balasan kebaikan dengan kejelekan merupakan bagian dari karunia Allah dan rahmat-Nya sebab pahala—menurut pendapat Ahlus Sunnah—pada hakikatnya adalah anugerah dari Allah SWT Barangsiapa melakukan kebaikan, dia akan mendapatkan sepuluh lipat kebaikan dari yang wajib dia dapatkan. Bisa juga berlipat sampai tujuh ratus kali, bahkan sampai berlipat-lipat banyak sekali sesuai dengan kehendak dan hikmah Ilahi juga sesuai dengan hal-hal yang menyertai amal saleh, seperti niat baik dan ikhlas kepada Allah SWT. Barangsiapa melakukan satu perbuatan jelek, dia tidak mendapatkan balasan, kecuali yang sepadan dan setimpal. Abu Dzar meriwayatkan bahwa  Nabi Muhammad saw. bersabda:

"إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ: الْحَسَنَةُ عَشْرَةٌ أَوْ أَزْيَدُ، وَالسَّيِّئَةُ وَاحِدَةٌ أَوْ أُمْحِي، وَيْلٌ لِمَنْ غَلَبَتْ آحَادُهُ عِشْرَاتَهُ."

_“Sesungguhnya Allah SWT berfirman, 'Kebaikan adalah sepuluh atau lebih. Kejelekan adalah satu atau dimaafkan. Celaka bagi orang yang balasannya bernilai hanya satu mengalahkan balasannya bernilai puluhan.”_

Nabi Muhammad saw. dalam hadits di atas bersabda:

"إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ: إِذَا هَمَّ عَبْدِي بِحَسَنَةٍ فَلَا تَكْتُبُوهَا عَلَيْهِ، فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا لَهُ عَشْرَ أَمْثَالِهَا. وَإِذَا هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَا تَكْتُبُوهَا عَلَيْهِ، فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا عَلَيْهِ سَيِّئَةً وَاحِدَةً."

_“Allah SWT berfirman, ‘Jika hamba-Ku berkeinginan melakukan satu kebaikan maka tulislah baginya satu kebaikan, meskipun dia tidak melakukannya. Jika dia melakukannya, maka tulislah sepuluh kebaikan. Jika dia berkeinginan melakukan kejelekan, maka janganlah kamu tulis. Jika dia melakukannya maka tulislah satu kejelekan.”_

Para ulama memerinci keadaan orang yang meninggalkan maksiat dengan mengatakan bahwa orang yang meninggalkan maksiat dan tidak melakukannya ada tiga macam.

1. Kadang-kadang, dia meninggalkannya karena Allah SWT. Ini ditulis baginya satu kebaikan karena dia meninggalkan kejelekan itu semata-mata karena Allah. Ini adalah perbuatan dan niat. Oleh karena itu, tersebut keterangan bahwa baginya ditulis satu kebaikan, sebagaimana tersebut dalam beberapa hadits shahih.

"تَرَكَهُ مِنْ أَجْلِي."

_“Dia meninggalkannya hanya karena Aku."_

2. Kadang-kadang, dia meninggalkannya karena lupa atau lengah. Dalam kondisi ini, dia tidak mendapatkan pahala atau siksa sebab dia tidak meniatkan suatu kebaikan tidak pula melakukan suatu kejelekan.

3. Kadang-kadang, dia meninggalkannya karena tidak mampu melakukan atau malas setelah berusaha melakukan penyebab-penyebabnya dan hampir melakukannya. Perbuatan ini dalam posisi melakukan. Hal ini sebagaimana tersebut dalam _hadits shahih_ dari *Nabi Muhammad saw. beliau bersabda:*

"إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُولُ فِي النَّارِ. قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَذَا الْقَاتِلُ، فَمَا بَالُ الْمَقْتُولِ؟ قَالَ: إِنَّهُ كَانَ حَرِيصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِهِ."

_"Jika dua orang Muslim bertemu dengan kedua pedangnya, maka orang yang membunuh dan yang dibunuh di neraka. Para sahabat bertanya, 'Wahai Rasulullah, orang yang membunuh boleh masuk neraka, bagaimana dengan orang yang dibunuh?' Rasulullah bersabda, 'Dia sesungguhnya sangat bernafsu untuk membunuh sahabatnya itu!”_====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login