AL-A'RAAF (11)
AL-A'RAAF: 34
AJAL SETIAP UMAT DAN INDIVIDU
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌۭ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةًۭ ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ ٣٤
*Artinya:* _Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun._
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ajal umat-umat, kelompok, dan individu dibatasi waktu tertentu, jika datang ajal kematian, tidak bisa diundur tidak pula dimajukan sebentar saja. Ajal kematian adalah Waktu mati. Ajal manusia adalah waktu yang diketahui oleh Allah bahwa orang yang hidup akan mati dalam ajal itu secara pasti, ia adalah waktu yang tidak boleh diundur waktu kematian dari ajal, bukan dari segi tidak ditakdirkan untuk diundur. Yang dimaksud di sini bukannya Allah tidak mampu membiarkan seseorang lebih dari itu atau kurang dari itu atau tidak mampu mematikannya pada waktu itu sebab ini menghendaki Allah keluar dari sifat-Nya Yang Mahakuasa lagi bebas mutlak. Di sini, ada dalil bahwa orang yang terbunuh, mati karena ajalnya.
Adapun ajal maknawi, setiap umat mempunyai peran dalam sejarah. Kadang-kadang mereka sebelumnya jaya dan bahagia. Kadangkadang mereka menjadi hina dan celaka. Dalam ukuran syara’, kejayaan umat dan kebahagiannya adalah dengan menjalankan syara', komitmen dengan agama serta berpegang teguh pada akhlak dan keutamaan. Yang demikian itu sampai pada ajal (waktu) tertentu. Kesengsaraan umat adalah karena mereka berpaling dari agama, menjauhkan diri dari keutamaan-keutamaan dan akhlak-akhlak, tersebarnya kehinaa-kehinaan, kemungkaran-kemungkaran, serta kerusakan-kerusakan dan kezaliman-kezaliman di tengah-tengah umat. Itu semua mempercepat kehancuran umat. Di sini, umat mempunyai ajal tertentu. Allah SWT telah memberikan anugerah kepada umatumat setelah diutusnya Nabi Muhammad saw.. Dia mengangkat dari umat-umat itu siksa penumpasan dan pemusnahan masai karena *firman Allah SWT,*
_“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam."_ *(al-Anbiyaa': 107)*
Ini mencakup umat Islam dan umat lainnya. Ayat di atas adalah hardikan dan ancaman dengan siksa yang turun pada ajal tertentu di sisi Allah bagi orang-orang yang melanggar perintah Allah dan berjalan dalam kesesatan dalam keadaan tanpa petunjuk, seperti penduduk Mekah dan sebagainya dari umat-umat yang melampaui batas.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
