AL-A'RAAF (12)
AL-A'RAAF: 35-36
APA YANG DIFIRMANKAN KEPADA SETIAP UMAT MELALUI LISAN RASUL DAN PERINGATAN KEPADA ORANG-ORANG YANG MENDUSTAKAN AYAT-AYAT ALLAH
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Manusia, setelah datangnya dakwah rasul, terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok orang-orang Mukmin yang taat dan membenarkan dakwah Rasul. Kelompok orang-orang yang ingkar, membangkang dan mendustakan dakwah Rasul. Kelompok pertama disambut dan bahagia dengan balasan bagus yang diterima pada hari Kiamat. Firman Allah SWT (فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ) menunjukkan bahwa orang-orang Mukmin pada hari Kiamat tidak khawatir dan tidak bersedih hati. Mereka tidak tertimpa ketakutan dan kengerian dari kegentingan-kegentingan hari Kiamat. Mereka aman dan tenang.
Kelompok kedua dibalas dengan balasan buruk berupa kekekalan di neraka Jahannam. Ahlus Sunnah menjadikan firman Allah SWT (أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ ) sebagai dalil bahwa orang fasik dari kalangan orang-orang Islam dan ahli shalat tidak kekal di neraka, sebab Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, sombong untuk menerimanya, mereka adalah orang-orang yang kekal di neraka. Kata (هُمْ) memberi makna pembatasan. Itu menghendaki bahwa orang yang tidak mempunyai sifat mendustakan dan sombong tidak kekal di neraka.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
