SURAH AL-A'RAAF: 146-147

AL-A'RAAF (41)

AL-A'RAAF: 146-147

DIPALINGKANNYA ORANG-ORANG YANG SOMBONG DARI MEMAHAMI DALIL-DALIL KEBESARAN TUHAN AKIBAT DARI KESOMBONGAN DAN KEKAFIRAN MEREKA

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Inilah kondisi orang-orang yang enggan untuk taat kepada manusia dan sombong terhadap manusia. Mereka menyangka, bahwa mereka adalah orang-orang terbaik padahal persangkaan itu salah, berdasarkan *firman Allah SWT ( بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ)* Mereka tidak mau mengikuti Nabi dan tidak mau mendengarkannya karena kesombongan yang ada dalam diri mereka.

Allah SWT memalingkan mereka dari memikirkan ayat-ayat Allah yang menunjukkan kebesaran, syari'at, dan hukum-hukum-Nya dengan menutup hati mereka. Hal ini menimbulkan kelalaian dalam jiwa mereka, menyibukkan mereka dengan hawa nafsu dan syahwat dimana ketika mereka tidak menghayati kebenaran, seolah-olah mereka lengah dari kebenaran tersebut.

Mereka benar-benar keras dalam menentang para nabi, mendustakan ayat-ayat yang diturunkan kepada para rasul, mengingkari keberadaan hari akhirat, tidak memercayai ayat apa pun, meninggalkan jalan petunjuk, dan mengikuti jalan menyimpang dan kesesatan. Dengan kata lain, mereka menjadikan kekafiran sebagai agama.

Kalangan _Ahlus Sunnah_ berdalil dengan ayat (سَأَصْرِفُ) bahwa Allah SWT bisa saja menghalangi seseorang dari keimanan. Sementara itu, kalangan _Muktazilah_ mengatakan bahwa ayat tersebut tidak bisa ditafsirkan seperti itu karena yang dimaksud bukan memalingkan mereka dari beriman kepada ayat-ayat Allah atau menciptakan sifat kafir dalam diri mereka karena *firman Allah (سَأَصْرِفُ)* mencakup masa yang akan datang, sementara kekafiran itu sendiri terjadi di masa lalu. Berarti, hal ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan pemalingan ini, bukanlah kafir kepada Allah, melainkan adzab terhadap sikap takabur (sombong) dan kekafiran mereka.

Di samping itu, seandainya Allah yang memalingkan dan menghalangi mereka dari keimanan, bagaimana mungkin setelah itu *Allah berfirman:*

_"Maka mengapa mereka tidak mau beriman?"_ *(al-Insyiqaaq: 20)*

_"Lalu mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?"_ *(al-Muddatstsir: 49)*

_"Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman."_ *(al-Israa': 94)*

*Firman Allah SWT (هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ)* menunjukkan bahwa balasan diberikan sesuai dengan amal mereka. Siapa yang beriman dan beramal saleh, ia akan mendapat balasan surga. Siapa yang kafir dan mengerjakan kejahatan, ia akan mendapat neraka.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login