AL-A'RAAF (30)
AL-A'RAAF: 96-100
MOTIVASI UNTUK BERIMAN DENGAN DITAMBAHNYA KEBAIKAN BAGI MEREKA. ANCAMAN KEKAFIRAN DENGAN ADZAB YANG AKAN DITIMPAKAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas mengandung motivasi untuk orang-orang beriman dan sekaligus ancaman untuk orang-orang kafir. Motivasi untuk orang-orang beriman berupa limpahan kebaikan dan keberkahan dari Allah, yang datang dari langit berupa hujan dan angin yang penuh berkah dari bumi berupa tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, barang tambang, harta benda, hewan ternak yang berlimpah, keamanan, kesejahteraan, akal dan pikiran untuk menciptakan berbagai bentuk kesenangan, dan kedamaian.
Ancaman untuk orang-orang kafir berupa adzab pemusnahan dan pembinasaan, seperti halnya, adzab yang telah diturunkan kepada umat-umat yang lain, yaitu para penduduk negeri dan daerah yang pernah diutus kepada mereka para rasul, lalu mereka mendustakan dan menyakiti para rasul tersebut.
Allah mengancam mereka agar tidak tertipu atau terlena dengan kesantunan, pemberian tempo, dan pengakhiran adzab dari-Nya karena boleh jadi adzab dan siksaan itu datang pada saat mereka sedang lalai dan lengah baik di malam hari maupun siang hari. Barangsiapa yang terlena dengan kesantunan Allah dan merasa aman dari tipu daya atau balasan dari Allah, sebenarnya tidak ada yang merasa aman dari balasan-Nya, melainkan orang-orang yang merugi.
Belum jelaskah bagi mereka bahwa sunnah atau ketetapan Allah adalah sama dan tidak berubah dalam menyiksa orang-orang kafir? Sunnah Allah tidak akan pernah berubah. Dia akan menyiksa orang-orang yang ingkar dan membangkang disebabkan oleh dosa dan kejahatan mereka sendiri sebagaimana halnya Dia telah menyiksa orang-orang sebelum mereka yang lebih kuat, lebih banyak harta dan keturunannya dari mereka. Jika Kami tidak membinasakan mereka dengan sebuah adzab. Kami akan menutup hati mereka sehingga mereka tidak bisa mendengarkan pelajaran dengan penuh pemahaman dan penghayatan.
Kalangan _Ahlus Sunnah_ menjadikan *firman Allah (وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ)* sebagai dalil bahwa Allah bisa saja menghalangi seorang hamba dari keimanan. Maksudnya, setelah Dia mengetahui bahwa hamba tersebut tidak akan beriman. Sementara itu, al-Jubba'iy dari kalangan _Muktazilah_ mengatakan, yang dimaksud dengan "penguncian" disini adalah Allah SWT memberi tanda atau cap di hati orang-orang kafir.
Dari tanda tersebut, para malaikat bisa mengetahui bahwa mereka tidak beriman. Perlu dicatat bahwa tanda tersebut tidak untuk menghalangi keimanan.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
