AN-NISAA' (43)
AN-NISAA': 56-57
SIKSAAN BAGI ORANG KAFIR DAN PAHALA BAGI ORANG MUKMIN
TAFSIR DAN PENJELASAN
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat yang diturunkan Allah kepada para nabi-Nya, khususnya Al-Qur'an yang merupakan kitab terakhir yang paling jelas dan paling sempurna akan disiksa di dalam neraka. Kemudian Allah juga menerangkan bahwa hukuman itu akan kekal. Siksaan pedih tersebut adalah setiap kali kulit mereka terbakar hingga sudah tidak dapat merasakan sakit, Allah akan menukar dengan kulit baru yang masih berfungsi dengan baik dan dapat merasakan sakitnya siksa. *Rasul bersabda:*
AN-NISAA' (42)
AN-NISAA': 49-55
CONTOH LAIN DARI PERBUATAN AHLUL KITAB DAN JUGA BALASANNYA
[Bagian 2/2]
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
2. Allah sama sekali tidak akan melakukan kezaliman. Ini dipertegas dalam *firman-Nya*: (وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا). Arti kata (فَتِيلًا) adalah benda serupa benang yang berada di antara pecahan isi kurma. Ada juga yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan (فَتِيلًا) adalah kulit tipis yang berada di antara isi kurma dan buahnya. Kata ini digunakan untuk menggambarkan jumlah yang sedikit dan yang tidak berarti sama sekali. Kalimat yang sama dengan adalah kalimat: _"Dan mereka tidak dizalimi sedikit pun."_ *(an-Nisaa: 124)*
AN-NISAA' (41)
AN-NISAA': 49-55
CONTOH LAIN DARI PERBUATAN AHLUL KITAB DAN JUGA BALASANNYA
[Bagian 1/2]
SEBAB TURUNNYA AYAT
*a. Ayat 49:*
*Imam Ibnu Hatim* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas* bahwa dia berkata, "Pada masa dulu orang-orang Yahudi melakukan sembahyang dengan anak-anak mereka dan mereka juga mempersembahkan kurban. Setelah itu mereka menyangka bahwa diri mereka telah bersih dari kesalahan dan dosa. Kemudian Allah menurunkan ayat (أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنفُسَهُم ۚ)
AN-NISAA' (40)
AN-NISAA': 48
DOSA YANG DIAMPUNI DAN DOSA YANG TIDAK DIAMPUNI
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Ibnu Abi Hatim dan ath-Thabrani* meriwayatkan dari *Abu Ayyub al-Anshari* yang menceritakan bahwa ada seorang laki-laki datang menghadap Rasul dan berkata kepada beliau. "Saya mempunyai keponakan laki-laki yang tidak henti-hentinya melakukan keharaman." Rasul bertanya,'Agamanya apa?" Orang itu menjawab, "Dia shalat dan beriman bahwa Allah adalah satu." Rasul kemudian berkata kepada laki-laki tersebut, "Mintalah agamanya darinya. Kalau dia tidak mau, belilah agamanya itu." Lalu laki-laki tersebut meminta agama anak saudaranya itu, namun anak saudaranya tersebut enggan memberikannya. Akhirnya laki-laki itu kembali menghadap Rasul lagi dan berkata, "Dia memegang erat agamanya". Akhirnya turunlah ayat ini.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 173 dari 248