SURAH AN-NISAA': 56-57

AN-NISAA' (43)

AN-NISAA': 56-57

SIKSAAN BAGI ORANG KAFIR DAN PAHALA BAGI ORANG MUKMIN

TAFSIR DAN PENJELASAN

Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat yang diturunkan Allah kepada para nabi-Nya, khususnya Al-Qur'an yang merupakan kitab terakhir yang paling jelas dan paling sempurna akan disiksa di dalam neraka. Kemudian Allah juga menerangkan bahwa hukuman itu akan kekal. Siksaan pedih tersebut adalah setiap kali kulit mereka terbakar hingga sudah tidak dapat merasakan sakit, Allah akan menukar dengan kulit baru yang masih berfungsi dengan baik dan dapat merasakan sakitnya siksa. *Rasul bersabda:*

_"Dalam setiap hari kulit mereka akan diganti hingga tujuh kali"._

Maksudnya adalah supaya mereka dapat terus-menerus merasakan siksa. Ini sama dengan ungkapan "Semoga Allah memuliakan kamu." yang diucapkan di hadapan orang yang memang sudah mulia sehingga artinya adalah "Semoga Allah terus memuliakan dan menambah kemuliaanmu". Ayat ini juga senada dengan *firman Allah SWT:*

_"Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka."_ *(al-Israa': 97)*

Kemudian Allah SWT menegaskan alasan mereka mendapatkan adzab dan juga menerangkan kemahakuasaan-Nya. Allah menjelaskan bahwa dirinya adalah sangat mulia dan sangat berkuasa sehingga tidak ada yang mampu menghalangi-Nya untuk melakukan apa pun kepada orang-orang kafir. Dia sangat bijaksana sehingga adzab yang diberikan kepada seseorang didasarkan atas prinsip keadilan. Di antara keadilan Allah adalah menetapkan bahwa kekafiran dan kemaksiatan akan diganjar dengan siksa dan adzab, sedangkan keimanan dan amal saleh akan diganjar dengan kenikmatan dan surga. Jadi setiap amalan akan mendapatkan ganjaran  yang sesuai. Oleh sebab itu, pada dua rangkaian ayat ini, Allah menerangkan pahala orang-orang beriman setelah menerangkan siksa bagi orang-orang kafir dengan maksud untuk menerangkan perbedaan antara keduanya.

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta melakukan amal-amal saleh akan dimasukkan oleh Allah ke dalam surga-surga yang di bawahnya terdapat sungai-sungai yang mengalir. Mereka merasa berbahagia dengan kenikmatan-kenikmatan yang akan terus kekal menyertai mereka. Mereka tidak akan dipindahkan dan tidak akan pernah meminta untuk dipindahkan. Mereka tidak merasa bosan ataupun penat di dalam surga. Semua itu sebagai pahala bagi amal-amal kebajikan yang telah mereka lakukan karena keimanan tanpa amal saleh tidak akan mencukupi.

Mereka juga akan mendapatkan istri-istri yang tidak mempunyai cacat akhlak dan fisik ataupun perilaku yang hina. Mereka tidak mempunyai sifat-sifat yang dapat menyebabkan perpisahan atau mengotori hubungan yang terjalin. Allah akan menempatkan mereka di tempat yang teduh, tidak panas dan juga tidak dingin. Itu semua adalah kenikmatan yang sempurna dan kenyamanan yang tidak ada tandingannya.

Perlu diperhatikan juga bahwa dalam menerangkan adzab orang-orang kafir, Allah menggunakan kata (سَوفَ) yang mengandung arti bahwa untuk menunggu adzab tersebut sangat lama, karena di Padang Mahsyar pun bisa jadi mereka akan merasakan siksas yang pedihnya melebihi siksa di neraka. Ketika menerangkan pahala orang-orang beriman. Allah menggunakan huruf (سَ) yang mengandung arti bahwa jarak masa untuk mendapatkan kenikmatan tersebut sangat dekat.

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Dua ayat di atas dengan jelas menerangkan perbedaan tempat terakhir yang akan dihuni oleh orang-orang beriman dan orang-orang kafir. Orang-orang kafir akan mendapatkan adzab yang pasti. Adzab yang akan mereka rasakan adalah adzab yang sakitnya dapat dirasakan oleh badan dan juga ruh. Apabila ada yang mengatakan bagaimana mungkin kulit seseorang diadzab padahal kulit tidak melakukan perbuatan dosa? Jawabannya adalah kulit memang bukan yang menerima adzab atau siksa. Yang merasakan rasa sakit adzab tersebut adalah ruh atau jiwa karena ruh atau jiwalah yang mempunyai rasa dan mengetahui maksud adzab itu. Maksud digantinya kulit pada waktu penyiksaan adalah untuk menambah rasa sakit yang dirasakan oleh jiwa.

Sebagaimana yang dikatakan oleh *Imam Muqatil*, kulit-kulit orang kafir akan dimakan oleh api dalam setiap hari sebanyak tujuh kali.

Menurut *Hasan al-Bashri* sebanyak tujuh puluh kali atau sebanyak tuiuh puluh ribu kali. Ketika kulit itu sudah hancur kulit diperintahkan untuk kembali seperti semula. Allah Mahakuasa untuk melakukan adzab itu dan tidak ada seorangpun yang dapat menghalangi kuasa Allah. Allah juga Mahabijaksana dalam mengurus hamba-hamba-Nya dan dalam mengembalikan mereka ke tempat terakhir yang tepat.

Pahala orang beriman juga sudah ditetapkan. Pahala tersebut mempunyai bentuk yang beragam, diantaranya kenikmatan di surga yang kekal, menikah dengan bidadari-bidadari surga, berada di tempat yang teduh tidak tersengat panas matahari, tempat tersebut tidak seperti di dunia yang masih terkena hawa ataupun angin panas.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login