AL-A'RAAF (36)
AL-A'RAAF: 130-133
BERBAGAI BENTUK ADZAB DUNIA TERHADAP KELUARGA FIR'AUN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Secara umum, ayat-ayat di atas mengisyaratkan hukum kausalitas, yaitu adanya keterikatan antara sebab dengan yang disebabkan atau hasil-hasilnya sesuai dengan kehendak Allah SWT. Ayat-ayat tersebut juga menjelaskan bahwa segala bentuk masalah yang terjadi pada pertanian dan berbagai musibah sesungguhnya disebabkan oleh amal perbuatan mereka sendiri.
AL-A'RAAF (35)
AL-A'RAAF: 127-129
KONSPIRASI FIR'AUN DAN PARA PEMBANTUNYA TERHADAP MUSA DAN KAUMNYA. NASIHAT MUSA KEPADA KAUMNYA DAN DIALOG YANG TERJADI ANTARA MEREKA DENGANNYA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Tidak jauh berbeda, realitas sejarah antara dahulu, sekarang, dan masa yang akan datang dalam kaitannya dengan hubungan antara orang-orang kaya dan orang-orang lemah. Setiap yang memiliki kekuatan dan kekuasaan akan selalu berpegang dan bersandar pada kekuasaan dan kekuatannya lalu ia akan menebarkan rasa takut dan kecemasan pada manusia, kemudian memberikan peringatan-peringatan yang keras serta ancaman-ancaman.
AL-A'RAAF (34)
AL-A'RAAF: 123-126
ANCAMAN FIR'AUN TERHADAP PARA AHLI SIHIR DAN KETEGUHAN MEREKA UNTUK BERIMAN KEPADA ALLAH SWT
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Fir'aun mencoba menyelamatkan dirinya dari rasa malu karena kalah. Ketika ia melihat orang yang paling mengetahui sihir telah mengakui kenabian Musa di hadapan manusia banyak, ia takut hal tersebut akan menjadi alasan paling kuat bagi kaumnya tentang kebenaran kenabian Musa a.s.. Dengan demikian, saat itu juga ia melemparkan dua _syubhat_ (kerancuan pemikiran) kepada orang-orang awam.
AL-A'RAAF (33)
AL-A'RAAF: 117-122
BERIMANNYA PARA AHLI SIHIR KEPADA TUHAN SEMESTA ALAM
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas merupakan bukti yang sangat jelas terhadap kekuasaan Allah SWT dengan memusnahkan tali-tali dan tongkat-tongkat para ahli sihir. Hal ini menunjukkan eksistensi Tuhan Yang Maha Berkuasa dan Berkehendak dan juga bukti terhadap mukjizat Nabi Musa yang menakjubkan serta pembeda yang tegas antara kebenaran dan kebatilan.
Akan tetapi, masalahnya ada pada sikap dan komitmen manusia. Orang-orang yang membangkang yang dalam hal ini adalah Fir'aun dan kaumnya meskipun telah kalah dan hina, tetap saja bertahan dalam kekafiran, pembangkangan, dan pendustaan. Ini adalah bentuk keangkuhan, kerendahan pikiran, dan kesombongan mereka untuk menerima kebenaran.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 129 dari 248