AL-A'RAAF (56)
AL-A'RAAF: 180
ASMA’UL HUSNA MILIK ALLAH SWT
SEBAB TURUNNYA AYAT
Diriwayatkan bahwa beberapa kaum Muslimin berdoa kepada Allah di dalam shalat dengan menggunakan lafal Allah, terkadang dengan lafal ar-Rahim dan terkadang dengan lafal ar-Rahman. Melihat hal itu kaum musyrikin berkata, "Muhammad dan para pengikutnya mengatakan bahwa mereka menyembah satu Tuhan. Tapi kenapa orang-orang ini berdoa kepada lebih dari satu?" Allah SWT menurunkan ayat ini yang mengandung penegasan bahwa nama-nama tersebut adalah milik Tuhan yang satu dan bukan Tuhan yang berbilang.
AL-A'RAAF (55)
AL-A'RAAF: 178-179
FAKTOR-FAKTOR HIDAYAH DAN KESESATAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Kelompok _Muktazilah_ berpendapat bahwa petunjuk dan kesesatan itu berdasarkan pilihan manusia. Adapun ayat (وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ), adalah untuk orang-orang yang sudah ditutup hati mereka. Orang-orang yang Allah sudah mengetahui bahwa mereka tidak punya rasa kasih sayang, dengan melihat kepada kekafiran mereka yang sudah mendalam dan keengganan mereka untuk keluar dari kekafiran tersebut. Allah SWT juga sudah mengetahui bahwa dari mereka tidak akan muncul selain perbuatan-perbuatan ahli neraka sehingga Allah SWT sudah menjadikan mereka tercipta untuk neraka. Jadi, ayat tersebut menunjukkan terjerumusnya mereka dalam perbuatan-perbuatan yang membuat mereka berhak untuk masuk ke neraka dan sifat-sifat mereka yang menjadikan mereka layak menjadi penghuni neraka.
AL-A'RAAF (54)
AL-A'RAAF: 175-177
KISAH BAL’AM BIN BA’URA' DAN ORANG-ORANG SESAT YANG MENDUSTAKAN AYAT-AYAT ALLAH SWT
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Tujuan dari kisah ini adalah untuk memberikan perumpamaan kepada orang kafir yang berpaling dari iman kepada Allah dan Rasul-Nya setelah mereka mengetahui yang haq. Siapa yang diberi oleh Allah ilmu dan agama, lalu ia lebih cenderung dan cinta kepada dunia, ia mirip dengan hewan yang paling hina, yaitu anjing yang biasa menjulurkan lidahnya yang biasa melakukan sesuatu yang hina dan rendah, baik karena kebutuhannya maupun tidak.
AL-A'RAAF (53)
AL-A'RAAF: 172-174
PERJANJIAN UMUM YANG DIAMBIL DARI ANAK CUCU ADAM
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan beberapa makna sebagai berikut.
1. Allah SWT menciptakan manusia atas fitrah tauhid. Artinya, pengakuan bahwa Allah SWT adalah Tuhan mereka Yang Maha Esa tanpa ada sekutu bagi-Nya.
2. Tidak ada alasan bagi seorang manusia untuk tidak mengenal Tuhannya karena ia bisa melihat berbagai bukti. Barangsiapa yang belum mendapatkan seruan Rasulullah saw., ia tidak akan dimaafkan di hari Kiamat kalau mempersekutukan Allah atau melakukan perbuatan keji yang tidak disukai oleh tabiat manusia yang murni dan bahaya yang dapat diketahui dengan akal yang jernih.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 124 dari 248