AL-A'RAAF (60)
AL-A'RAAF: 189-193
MENGINGATKAN TENTANG PENCIPTAAN PERTAMA, PERINTAH BERTAUHID, MENGIKUTI AL-QUR’AN, DAN LARANGAN UNTUK MUSYRIK
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menjelaskan hal-hal sebagai berikut.
1. Pada dasarnya manusia diciptakan dari diri yang satu. Pendapat yang masyhur, "diri yang satu" yang dimaksud adalah Adam. Sementara Hawa diciptakan dari diri Adam. Makna firman Allah SWT, _"Dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya."_ Allah SWT menciptakan Hawa dari sebuah tulang rusuk Adam. Hikmah diciptakannya Hawa dari Adam adalah karena suatu jenis akan lebih cenderung dan suka kepada jenis yang sama dengannya. Jenis yang sama merupakan faktor terjadinya keserasian, persatuan, perjumpaan, dan kasih sayang antara laki-laki dan perempuan.
AL-A'RAAF (59)
AL-A'RAAF: 188
SEGALA SESUATU BERADA DI TANGAN ALLAH, ILMU GAIB HANYA DIA YANG MENGETAHUINYA, SERTA HAKIKAT RISALAH
SEBAB TURUNNYA AYAT
Diriwayatkan bahwa masyarakat Mekah berkata, "Wahai Muhammad, mengapa Tuhanmu tidak menyampaikan adanya barang yang murah dan mahal sehingga kami bisa membeli dan berlaba atau menyampaikan tentang dimana tanah yang tidak menghasilkan sehingga kami bisa pergi ke tanah yang lebih subur?" Lalu Allah SWT menurunkan ayat ini.
AL-A'RAAF (58)
AL-A'RAAF: 187
PENGETAHUAN TENTANG HARI KIAMAT ADA DI SISI ALLAH
SEBAB TURUNNYA AYAT
Kaum Yahudi sering berkata kepada Nabi Muhammad saw., "Kalau engkau benar-benar seorang Nabi, beri tahu kami kapan hari Kiamat itu terjadi?” *Ibnu Jarir ath-Thabari* meriwayatkan dari *Qatadah* bahwa kaum musyrikin mengatakan hal itu karena mereka sangat mengingkari hal tersebut. *Imam Thabari* dan yang lainnya juga meriwayatkan dari *Ibnu Abbas*, ia berkata, Khamal bin Qusyair dan Samuel bin Zaid berkata kepada Rasulullah saw., "Beritahu kami kapan Kiamat itu terjadi jika engkau benar-benar seorang Nabi seperti yang engkau katakan, karena kami tahu tentang itu." Lalu Allah SWT menurunkan firman-Nya (يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ۖ).
AL-A'RAAF (57)
AL-A'RAAF: 181-186
ORANG-ORANG YANG MENDAPAT HIDAYAH DAN ORANG-ORANG YANG MENDUSTAKAN AYAT-AYAT ALLAH DARI KALANGAN UMAT ISLAM
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Dalam ayat-ayat ini, Allah SWT menceritakan dakwah umat Nabi Muhammad saw. dan membagi mereka—sebagaimana halnya kaum para Nabi yang lain—menjadi dua kelompok: kelompok yang beriman lagi mendapat hidayah dan kelompok yang sesat lagi mendustakan.
Kelompok yang mendapat hidayah, Allah menyifati mereka sebagai orang-orang yang menunjuki manusia kepada kebenaran serta berhukum dengan kebenaran dan keadilan. Ini sama dengan sifat yang Allah SWT lekatkan kepada beberapa kaum Nabi Musa dengan dua sifat tersebut. Penyifatan seperti ini sangat objektif, adil, dan sesuai dengan kenyataan yang ada.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 123 dari 248