AL-A'RAAF (24)
AL-A'RAAF: 65-72
KISAH NABI HUD
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Dalam kisah Hud dengan kaumnya ada pelajaran-pelajaran dan nasihat-nasihat yang paling penting adalah sebagai berikut:
1. Keharusan berhias dengan kesabaran karena derita para nabi yang yang besar dalam mengajak kaum mereka untuk menyembah Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, menolak penyekutuan tuhan lain dengan-Nya. Nabi Hud telah mengajak kaumnya untuk menyembah Allah semata, mengingatkan mereka nikmat-nikmat Allah dan anugerah Allah kepada mereka, yakni bertempat di bumi, tambahan kekuatan badan, ketinggian fisik. Ibnu Abbas mengatakan orang yang paling tinggi dari mereka seratus hasta, paling pendek enam puluh hasta.
AL-A'RAAF (23)
AL-A'RAAF: 59-64
KISAH NABI NUH
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Kisah Nabi Nuh menunjukkan bahwa dia memerhatikan dakwah untuk kaumnya dengan tiga unsur.
_Pertama_, dia memerintahkan mereka menyembah Allah SWT.
_Kedua_, dia menghukumi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Maksud dari ucapan pertama adalah pembuktian adanya pembebanan pelaksanaan perintah. Maksud ucapan kedua adalah pernyataan tauhid. Yang kedua adalah seperti alasan untuk yang pertama.
AL-A'RAAF (22)
AL-A'RAAF: 57-58
PENURUNAN HUJAN, PENGELUARAN TUMBUH-TUMBUHAN DAN PETUNJUK KEDUANYA ATAS KEKUASAN ILAHI DAN PEMBUKTIAN KEBANGKITAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat tersebut menunjukkan hal-hal sebagai berikut:
1. Allah SWT adalah sumber rezeki. Dialah yang menurunkan hujan lalu tumbuhlah tanaman, rerumputan, pohon, tumbuhan, dan buah-buahan. Manusia dan hewan mengambil manfaat darinya, kemudian manfaat dari binatang pada akhirnya kembali kepada manusia. Penurunan hujan dan penumbuhan tumbuhan adalah dalil wujud Allah, Ilmu, kekuasaan, dan hikmah-Nya.
AL-A'RAAF (21)
AL-A'RAAF: 55-56
DISYARI'ATKANNYA DOA, ADABNYA DAN PENGHARAMAN BERBUAT KERUSAKAN DI BUMI
ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًۭا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ ٥٥
*Artinya:* _Berdoalah kepada Tuhan-mu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas1#_.
1#)- Maksudnya melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta.
وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَـٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًۭا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌۭ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ ٥٦
*Artinya:* _Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik._
Inspirasi Qur'ani
Halaman 132 dari 248