AN-NISAA' (71)
AN-NISAA': 127-130
MENGASUH DAN MERAWAT ANAK-ANAK YATIM, PERDAMAIAN ANTARA SUAMI ISTRI KARENA ADANYA SIKAP NUSYUUZ, DAN BERLAKU ADIL DI ANTARA PARA ISTRI
[Bagian 2/2]
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Di antara hukum-hukum yang Allah SWT informasikan bahwa Dia memberikan fatwa kepada mereka dengan hukum-hukum tersebut menyangkut kaum perempuan adalah penanganan kasus terjadinya sikap _nusyuuz_ atau berpaling yang dilakukan suami terhadap istrinya. Yang dimaksud dengan berpaling di sini adalah si suami memalingkan dan membuang muka terhadap istrinya atau memalingkan sebagian kemanfaatan dirinya yang sebelumnya ia berikan kepada istrinya, semisal si suami enggan untuk mengajak bicara istrinya, enggan bercanda dengannya dan malas untuk bermesra-mesraan dengannya karena si istri sudah tua atau buruk rupa, atau memiliki suatu perilaku yang tidak baik, atau karena bosan dan jemu. Sikap berpaling di sini tingkatannya lebih ringan dari sikap _nusyuuz_.
AN-NISAA' (70)
AN-NISAA': 127-130
MENGASUH DAN MERAWAT ANAK-ANAK YATIM, PERDAMAIAN ANTARA SUAMI ISTRI KARENA ADANYA SIKAP NUSYUUZ, DAN BERLAKU ADIL DI ANTARA PARA ISTRI
[Bagian 1/2]
SEBAB TURUNNYA AYAT
*a. Ayat 127*
*Bukhari* meriwayatkan dari *Aisyah* menyangkut ayat ini, ia berkata:
_“Ada seorang laki-laki yang menjadi pengasuh sekaligus wali dan ahli waris seorang anak perempuan yatim. Laki-laki tersebut ikut menikmati harta si anak perempuan yatim tersebut, bahkan sampai pada harta berupa pohon kurma berikut buahnya. Lalu ia tidak memiliki hasrat menikahinya, namun pada waktu yang sama ia juga tidak ingin menikahkannya dengan laki-laki lain. Karena jika ia nikahkan dengan laki-laki lain, maka ketika laki-laki lain itu sudah menjadi suaminya, maka ia akan ikut menikmati harta yang ada. Oleh karena itu, ia menghalang-halangi si anak perempuan yatim itu dari menikah. Lalu turunlah ayat ini.”_ *(HR Bukhari)*
AN-NISAA' (69)
AN-NISAA': 123-126
BERHAK MENDAPAT SURGA BUKANLAH HANYA DENGAN ANGAN-ANGAN DAN HAL YANG DIPERHITUNGKAN DALAM MASALAH BALASAN ADALAH BAIK BURUKNYA AMAL PERBUATAN
Sebab Turunnya Ayat 123
*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas*, ia berkata, "Kaum Yahudi dan Nasrani berkata, "Tidak masuk surga selain kami." Sementara orang-orang Quraisy berkata, "Sesungguhnya kami tidak akan dibangkitkan kembali." Lalu Allah SWT pun menurunkan ayat ini.
AN-NISAA' (68)
AN-NISAA': 116-122
SYIRIK DAN DAMPAKNYA, SETAN DAN KEBURUKAN-KEBURUKAN, PAHALA IMAN DAN AMAL SALEH
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas mengandung sejumlah hal sebagai berikut:
1. Ayat (إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ) mengandung bantahan terhadap pandangan kelompok al-Khawarij yang mengatakan bahwa orang yang melakukan dosa besar menjadi kafir.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 166 dari 248