AN-NISAA' (79)
AN-NISAA': 160-162
AKIBAT YANG MENIMPA KAUM YAHUDI DISEBABKAN KEZALIMAN MEREKA DAN PERBUATAN MEREKA YANG MENGAMBIL RIBA, PAHALA ORANG-ORANG YANG BERIMAN DARI MEREKA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Allah SWT menuturkan sejumlah sebab kaum Yahudi berhak mendapatkan adzab yang menyakitkan di neraka Jahannam dan diharamkannya beberapa makanan yang baik bagi mereka ketika di dunia. Sebab utamanya adalah kezaliman mereka. Dalam ayat ini, kezaliman didahulukan penyebutannya, baru setelah itu disebutkan pengharaman (فَبِظُلْمٍۢ مِّنَ ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَـٰتٍ) karena kezaliman inilah yang ingin diinformasikan bahwa itulah penyebab pengharaman yang ada. Sementara perbuatan-perbuatan yang disebutkan setelahnya, yaitu perbuatan mereka menghalang-halangi diri sendiri dan orang lain dari mengikuti Nabi Muhammad saw., memakan riba dan memakan harta orang lain secara batil, semua ini merupakan penjelasan dan penjabaran tentang bentuk-bentuk kezaliman yang mereka perbuat. Begitu juga tindakan-tindakan yang disebutkan sebelumnya, seperti tindakan mereka yang merusak perjanjian, menyembah anak sapi, dan tindakan-tindakan lain yang telah disebutkan sebelumnya.
AN-NISAA' (78)
AN-NISAA': 153-159
BERBAGAI SIKAP KEPALA BATU KAUM YAHUDI
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Ibnu Jarir ath-Thabari* meriwayatkan dari *Muhammad bin Ka’b al-Qurazhi,* ia berkata, "Ada sejumlah orang Yahudi datang menemui Rasulullah saw. lalu berkata. Sesungguhnya Musa datang kepada kami dengan membawa _al-Alwaah_ (kepingan-kepingan bertuliskan wahyu) dari sisi Allah. Oleh karena itu, coba kamu datangkan kepada kami _al-Alwaah_ sehingga kami membenarkan dan memercayaimu." Lalu Allah menurunkan ayat (يَسْـَٔلُكَ أَهْلُ ٱلْكِتَـٰبِ) sampai (بُهْتَـٰنًا عَظِيمًۭا) Lalu ada seorang laki-laki berlutut dan berkata, "Allah tidak menurunkan suatu apa pun kepadamu, tidak pula kepada Musa, Isa, dan tidak pula kepada seorang pun." Lalu Allah menurunkan ayat (وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ).
AN-NISAA' (77)
AN-NISAA': 150-152
KUFUR, IMAN DAN BALASAN MASING-MASING
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Keimanan dan kekufuran adalah dua hal yang saling berlawanan dan saling bertolak belakang yang tidak mungkin bersatu, dan keimanan adalah satu kesatuan yang integral yang tidak bisa dibagi-bagi. Balasan kekufuran adalah satu meskipun bentuk dan ragam kekufuran bermacam-macam. Orang yang mengingkari dan tidak memercayai agama dan kenabian, orang ateis yang tidak mengimani wujud dan keesaan Allah, orang yang kufur kepada semua rasul, atau beriman kepada sebagian dari para rasul dan kufur kepada sebagian yang lain, mereka adalah kafir. Ahlul Kitab dari golongan kaum Yahudi dan kaum Nasrani adalah termasuk kaum kafir karena mereka kufur kepada Nabi Muhammad saw.
AN-NISAA' (76)
AN-NISAA': 148-149
MENGUTARAKAN KEJELEKAN SECARA TERANG-TERANGAN, MEMAAFKAN PERBUATAN TIDAK BAIK, MENAMPAKKAN AMAL PERBUATAN BAIK DAN MENUTUP-NUTUPINYA
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Hannad bin Sariy* meriwayatkan dari *Mujahid*, ia mengatakan, turunnya ayat (۞ لَّا يُحِبُّ ٱللَّهُ ٱلْجَهْرَ بِٱلسُّوٓءِ مِنَ ٱلْقَوْلِ إِلَّا مَن ظُلِمَ ۚ) dilatarbelakangi oleh kasus ada seorang laki-laki menyambut kedatangan seorang tamu di Madinah, namun ia tidak menjamunya dengan baik. Lalu si tamu pun pergi, lalu ia pun membicarakan apa yang dialaminya itu, kemudian ia diberi rukhshah untuk membicarakannya. Yakni, ayat ini turun sebagai pemberian rukhshah untuk mengeluh dan melakukan pengaduan. Hal yang senada juga diriwayatkan oleh *Ibnu Juraij*.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 164 dari 248