AN-NISAA' (78)
AN-NISAA': 153-159
BERBAGAI SIKAP KEPALA BATU KAUM YAHUDI
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Ibnu Jarir ath-Thabari* meriwayatkan dari *Muhammad bin Ka’b al-Qurazhi,* ia berkata, "Ada sejumlah orang Yahudi datang menemui Rasulullah saw. lalu berkata. Sesungguhnya Musa datang kepada kami dengan membawa _al-Alwaah_ (kepingan-kepingan bertuliskan wahyu) dari sisi Allah. Oleh karena itu, coba kamu datangkan kepada kami _al-Alwaah_ sehingga kami membenarkan dan memercayaimu." Lalu Allah menurunkan ayat (يَسْـَٔلُكَ أَهْلُ ٱلْكِتَـٰبِ) sampai (بُهْتَـٰنًا عَظِيمًۭا) Lalu ada seorang laki-laki berlutut dan berkata, "Allah tidak menurunkan suatu apa pun kepadamu, tidak pula kepada Musa, Isa, dan tidak pula kepada seorang pun." Lalu Allah menurunkan ayat (وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ).
Diriwayatkan bahwa *Ka'b bin Asyraf, Finhash bin Azura* dan yang lainnya berkata kepada Rasulullah saw., "Jika kamu memang benar-benar seorang nabi, datangkanlah kepada kami sebuah kitab dari langit secara sekaligus, sebagaimana yang didatangkan oleh Musa." Lalu turunlah ayat ini. *Ibnu Juraij* mengatakan, mereka meminta kepada Rasulullah saw. supaya diturunkan kepada mereka lembaran-lembaran dari Allah yang tertulis di dalamnya, "Kepada si Fulan, si Fulan dan si Fulan," supaya memercayai dan membenarkan apa yang beliau bawa dan sampaikan kepada mereka.
Sudah menjadi hal yang diketahui bersama di kalangan ulama tafsir, bahwa orang-orang Yahudi meminta kepada Nabi Muhammad saw. supaya beliau naik ke langit di hadapan mata mereka, lalu beliau turun lagi kepada mereka dengan membawa sebuah kitab secara utuh sekaligus yang di dalamnya tercantum tulisan yang menyatakan kebenaran beliau, sebagaimana Musa datang dengan membawa Taurat. Sikap ini tidak lain adalah dilandasi oleh sikap _ta'annut_ (upaya untuk memojokkan dan mempersulit) terhadap Rasulullah saw. Lalu Allah SWT memberitahukan bahwa sebelumnya kaum Yahudi juga bersikap mempersulit dan memojokkan Nabi Musa dengan mengajukan permintaan yang lebih besar dari itu, yaitu mereka berkata ( أَرِنَا ٱللَّهَ جَهْرَةًۭ)
Hal ini mereka utarakan tidak lain sebagai bentuk _ta'annut_, keras kepala, kekufuran dan ketidakpercayaan, sebagaimana hal serupa juga pernah diminta oleh kaum kafir Quraisy sebelumnya seperti yang disebutkan dalam ayat,
_"Dan mereka berkata, 'Kami tidak akan percaya kepadamu (Muhammad) sebelum eng¬ kau memancarkan mata air dari bumi untuk kami,"_ *(al-Israa’: 90).*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal sebagai berikut.:
1. Moralitas, tingkah laku, dan karakter kaum Yahudi adalah kasar, keras, sulit diatur, dan aneh. Mereka tidak mau tunduk kepada kebenaran, tetapi selalu membantah dan mendebat, melakukan berbagai manuver untuk menghindar dari kebenaran dengan meminta hal-hal yang aneh dan macam-macam dengan dilatar belakangi oleh motif ingin memojokkan, tidak percaya, pembangkangan, melakukan manuver dan _ta'annut_ (mempersulit dan menciptakan kondisi terpojok).
Dengan dilandasi sikap _ta'annut_ (ingin memojokkan dan mempersulit), mereka meminta kepada Rasulullah saw. supaya diturunkan sebuah kitab dari langit secara langsung yang bertuliskan, "kepada si Fulan dan si Fulan" yang menguatkan apa yang beliau klaim dan membenarkan apa yang beliau ucapkan, sebagaimana kitab yang dibawa oleh Nabi Musa.
Mereka juga pernah meminta kepada Nabi Musa supaya ia memperlihatkan Allah SWT kepada mereka secara nyata dan kasat mata.
Mereka juga mengambil anak sapi sebagai tuhan sesembahan, padahal telah ada bukti-bukti nyata yang dibekalkan oleh Allah SWT kepada Nabi Musa, seperti mukjizat tangan Nabi Musa yang mengeluarkan sinar cahaya putih, tongkat, terbelahnya lautan dan yang lainnya, yang semuanya itu membuktikan bahwa tidak ada sesembahan melainkan hanya Allah SWT semata.
2. Orang-orang Yahudi tidak mau tunduk kecuali kepada materi. Oleh karena itu, Allah SWT memaksa mereka untuk menaati Taurat dan Nabi Musa, dengan menggunakan media bukit yang diangkat di atas mereka seakan-akan bukit itu seperti naungan, dengan tujuan untuk menakutnakuti mereka.
3. Kaum Yahudi adalah para penipu, suka membuat rekayasa, trik, manuver, dan tipu daya. Allah SWT telah mewajibkan mereka untuk menghormati hari Sabtu dan tidak bekerja pada hari Sabtu. Lalu mereka melakukan rekayasa, manuver, dan trik supaya tetap bisa menangkap ikan dengan cara membuat semacam tambak di pesisir laut pada hari Jum'at, sehingga ikan-ikan yang datang terbawa air laut pasang terjebak di dalamnya ketika air laut surut.
4. Mereka suka merusak perjanjian, melanggar konvensi dan pakta. Allah SWT telah mengambil perjanjian yang dikukuhkan atas mereka untuk mengamalkan Taurat. Kemudian dengan keberanian yang langka, mereka melanggar perjanjian dan melanggar hal-hal yang menjadi ketentuan dari perjanjian tersebut.
5. Mereka berhak mendapatkan murka Allah SWT dan berada di bawah dominasi dan hegemoni bangsa Romawi karena banyak sebab. Di antara sebab itu adalah merusak perjanjian, kufur kepada ayat-ayat Allah SWT, tidak mengakui kerasulan Nabi Isa dan Nabi Muhammad saw., membunuh para nabi tanpa alasan yang benar dan tanpa dosa, menantang perintah Ilahi dengan pernyataan mereka, "Hati tertutupi dengan erat sehingga kebaikan hidayah Ilahi tidak bisa menembus ke dalamnya," kekufuran mereka kepada Nabi Isa dan Injil, melontarkan tuduhan terhadap Sayyidah Maryam dengan tuduhan palsu yaitu tuduhan telah berbuat zina dengan Yusuf an-Najjar. Ini adalah sebuah kebohongan luar biasa besarnya, serta klaim mereka telah membunuh al-Masih Isa Putra Maryam.
6. Hal yang pasti berdasarkan informasi Allah SWT yang pasti benarnya adalah sebenarnya mereka tidak membunuh Isa dan tidak pula menyalibnya. Akan tetapi, Allah SWT melindungi Isa dari mereka, menyelamatkannya dari makar dan tipu daya mereka, dan mengangkatnya kepada-Nya. Pengangkatan di sini adakalanya diangkat dalam arti yang sesungguhnya secara utuh dengan ruh berikut jasadnya sekaligus ke langit, sebagaimana pendapat kebanyakan ulama, karena Allah Mahasuci dari bertempat di suatu tempat. Atau adakalanya diangkat dalam arti ditinggikan kedudukan dan derajatnya, diagungkan dan dimuliakan, sebagaimana pendapat ar-Razi.
7. Tiada seorang pun dari umat Yahudi dan Nasrani, melainkan sesaat sebelum kematiannya ia pasti akan mengetahui dan menyadari hakikat siapa sebenarnya Isa, beriman kepadanya dengan keimanan yang sebenarnya pada saat keimanan sudah tiada berguna lagi baginya ketika ia telah melihat malaikat pencabut nyawa. Karena itu adalah keimanan yang baru muncul ketika sudah tidak mungkin lagi ada harapan hidup dan ketika dalam kondisi sedang menjemput ajal. Pada saat seperti itu, seorang Yahudi akan mengakui bahwa Isa adalah rasul Allah SWT, sedangkan seorang Nasrani akan mengakui bahwa sebenarnya Isa adalah rasul Allah SWT. Hal ini juga sudah diketahui berdasarkan keterangan sejumlah hadits. *Bukhari* meriwayatkan dari *Qatadah bin Shamit*, ia berkata, *Rasulullah saw. bersabda*:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا حَضَرَهُ الْمَوْتُ بُشِّرَ بِرِضْوَانِ اللَّهِ وَكَرَامَتِهِ، وَإِنَّ الْكَافِرَ إِذَا حَضَرَهُ الْمَوْتُ بُشِّرَ بِعَذَابِ اللَّهِ وَهَوَانِهِ.
_“Sesungguhnya seorang Mukmin ketika maut menjemputnya, maka ia digembirakan dengan mendapat ridha dan kemurahan Allah SWT. Sesungguhnya orang kafir ketika maut menjemputnya, maka ia ‘digembirakan’ dengan adzab dan hukuman Allah SWT"_ *(HR Bukhari)*
*Ibnu Murdawaih* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas*,
مَا مِنْ نَفْسٍ تَخْرُجُ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا رَأَتْ مَقْعَدَهَا مِنَ الْجَنَّةِ أَوِ النَّارِ.
_“Tiada satu pun jiwa yang berpisah meninggalkan dunia, melainkan ia melihat tempatnya di surga atau neraka.”_ *(HR Ibnu Murdawaih)*
8. Kelak pada hari Kiamat, umat Nasrani akan dikagetkan dengan kesaksian nabi Isa yang berisikan pendustaan orang yang mendustakan dirinya, membenarkan orang yang membenarkan dan memercayainya, keterbebasan dirinya dari klaim umat Nasrani bahwa ia adalah putra Tuhan, pengakuan dirinya bahwa ia adalah hamba dan rasul Allah SWT, seruannya untuk menyembah kepada Allah, Tuhannya dan Tuhan mereka, bahwa ia selalu mengawasi mereka semasa ia hidup, dan ia tidak bisa dipersalahkan karena penyelewengan mereka setelah dirinya wafat.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
