AL-MA'IDAH (10)
AL-MAA'IDAH: 27-32
KISAH QABIL DENGAN HABIL DAN TINDAK KRIMINAL PEMBUNUHAN PERTAMA KALI DI MUKA BUMI
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Pelajaran yang terdapat dalam kisah dua putra Adam adalah perasaan _hasud_ menjadi sebab terjadinya tindak kriminal pembunuhan pertama kalinya dalam kehidupan umat manusia, _hasud_ menjadi pangkal dan basis yang melatarbelakangi berbagai bentuk kerusakan, tragedi, dan perbuatan tercela dalam masyarakat. Suatu umat yang saling _hasud_ akan menjadi umat yang tercabik-cabik, tercerai-berai, saling memusuhi dan saling membenci, tidak bisa bersatu di atas kebaikan dan keutamaan, tidak saling bekerja sama dan bersinergi dalam kebajikan, kesalehan dan kemajuan. Semua itu berujung pada kondisi lemah, hina, dan berada di bawah dominasi umat lain.
AL-MA'IDAH (9)
AL-MAA'IDAH: 20-26
NABI MUSA MENGINGATKAN KAUMNYA TENTANG NIKMAT ALLAH SWT SERTA MENGINSTRUKSIKAN MEREKA UNTUK MEMASUKI TANAH SUCI, DAN SIKAP PENOLAKAN MEREKA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Kisah ini mengandung kecaman terhadap kaum Yahudi serta membeberkan berbagai skandal dan keburukan-keburukan mereka, sikap mereka yang menentang Allah SWT dan rasul-Nya, serta sikap mereka yang enggan mematuhi perintah Allah SWT dan rasulNya kepada mereka untuk melakukan jihad. Mereka pun lemah dan takut untuk memerangi para musuh, padahal di tengah-tengah mereka ada _Kalimullah_, Musa yang menjanjikan mereka pertolongan dan kemenangan atas para musuh mereka. Padahal mereka telah menyaksikan sendiri apa yang diperbuat oleh Allah SWT terhadap musuh mereka, Fir'aun dan bala tentaranya, yaitu ditenggelamkan ke dalam lautan di depan mata kepala mereka.
AL-MA'IDAH (8)
AL-MAA'IDAH: 17-19
BANTAHAN TERHADAP KEYAKINAN DAN DOKTRIN-DOKTRIN YAHUDI DAN NASRANI
SEBAB TURUNNYA AYAT
*1. Ayat 18:*
*Ibnu Ishaq, Ibnu Jarir ath-Thabari, Ibnul Mundzir, dan al-Baihaqi* dalam kitab _ad-Dalaa'il_, meriwayatkan dari *Ibnu Abbas*, ia berkata, "Ada beberapa orang Yahudi, yaitu Ibnu Ubai, Nu'man bin Qushai, Bahri bin Amr dan Syas bin Adi, datang menemui Rasulullah saw. lalu berlangsunglah pembicaraan antara mereka dengan Rasulullah saw. Beliau pun mengajak mereka kepada Allah SWT dan memperingatkan mereka terhadap hukumanNya. Lalu mereka berkata, "Apakah kamu menakut-nakuti kami wahai Muhammad? Sungguh demi Allah, kami adalah putra-putra Allah dan para kekasih-Nya." Ini adalah sama seperti perkataan kaum Nasrani. Lalu Allah SWT pun menurunkan ayat ini menyangkut kaum Yahudi dan Nasrani.
AL-MA'IDAH (7)
AL-MAA'IDAH: 15-16
TUJUAN POKOK AL-QUR'AN
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Ibnu Jarir ath-Thabari* meriwayatkan dari *Ikrimah*, ia berkata, "Suatu ketika, orang-orang Yahudi datang menemui Rasulullah saw. untuk menanyakan kepada beliau tentang hukuman rajam. Lalu beliau berkata, "Siapakah di antara kalian yang paling alim?" Lalu mereka pun menunjuk kepada Ibnu Shuriya. Lalu Rasulullah saw. pun meminta dirinya untuk mengungkapkan kebenaran dengan sebenar-benarnya dengan bersumpah demi Tuhan Yang menurunkan Taurat kepada Nabi Musa, Yang mengangkat Bukit ath-Thur, dan demi perjanjian yang ditetapkan atas kaum Yahudi, hingga akhirnya Ibnu Shuraya pun gemetar karena takut. Lalu ia pun berkata, "Tatkala fenomena perzinaan mulai banyak terjadi di tengah-tengah kami, kami akhirnya hanya menjatuhkan hukuman cambuk sebanyak seratus kali dan mencukur rambut kepala.”
Halaman 116 dari 186