AL-MA'IDAH (26)
AL-MAA'IDAH: 87-88
BOLEH MENGONSUMSI MAKANAN YANG BAIK
Sebab Turunnya Ayat
Diriwayatkan dari *Ibnu Jarir ath-Thabari, Ibnu Abi Hatim, dan Ibnu Mardawih*, dari *Ibnu Abbas*, dia berkata, "Ayat ini turun kepada sekelompok sahabat, di antaranya ‘Utsman bin Mazh’un. Mereka berkata, ‘Kami akan memotong kemaluan kami, kami akan meninggalkan kenikmatan-kenikmatan dunia, dan kami akan melakukan seperti yang dilakukan oleh para rahib." Ucapan mereka terdengar oleh Nabi Muhammad saw.. Beliau memastikan informasi itu dengan mengirim utusan kepada mereka. Mereka membenarkan apa yang pernah mereka ucapkan. Lalu, Rasulullah saw. bersabda:
AL-MA'IDAH (25)
AL-MAA'IDAH: 82-86
HUBUNGAN ORANG-ORANG YAHUDI DAN NASRANI DENGAN ORANG-ORANG MUKMIN, SERTA PERMUSUHAN ORANG-ORANG YAHUDI TERHADAP ORANG-ORANG MUKMIN, DAN BERIMANNYA PARA PENDETA DAN RAHIB
Sebab Turunnya Ayat 82 dan 83:
Diriwayatkan oleh *Ibnu Abi Hatim* dari *Sa’id bin Musayyib Abu Bakar bin Abdur Rahman dan Urwah bin Zubair*, mereka berkata, "Rasulullah mengutus Amr bin Umayah adh-Dhamari dengan membawa surat dari Beliau untuk disampaikan kepada Najasyi. Amr datang menghadap Najasyi untuk menyampaikan surat dari Beliau. Najasyi langsung membaca surat tersebut, kemudian memanggil Abu Ja'far bin Abu Thalib dan kaum muhajirin yang bersamanya, ia dipertemukan dengan para pendeta dan para rahib. Setelah itu, dia menyuruh Ja'far bin Abu Thalib untuk berbicara. Ja'far membacakan surah Maryam kepada mereka hingga akhirnya mereka meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mata mereka bercucuran air mata. Kepada merekalah Allah menurunkan ayat (وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُم مَّوَدَّةًۭ) sampai ke ayat (فَٱكْتُبْنَا مَعَ ٱلشَّـٰهِدِينَ).
AL-MA'IDAH (24)
AL-MAA'IDAH: 76-81
MENDEBAT IDEOLOGI UMAT NASRANI YANG MENUHANKAN ISA AL-MASIH, MENUNTUT AHLUL KITAB TIDAK BERSIKAP MELAMPAUI BATAS DALAM AGAMA, SERTA PELAKNATAN TERHADAP BANI ISRAIL DIKARENAKAN MEREKA TIDAK MENCEGAH KEMUNGKARAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal sebagai berikut:
Sesungguhnya menyembah kepada selain Allah SWT. membuktikan kedunguan akal, dangkalnya pandangan, lemahnya pemikiran dan kegegabahan manusia. Karena _al-Ma'buud_ (sesembahan) adalah yang dimintai kemanfaatan dan ditakuti adzab-Nya ketika teledor dan lalai terhadap-Nya serta melanggar perintah-Nya. Setiap orang yang menyembah kepada selain Allah SWT seperti menyembah bintang-bintang, malaikat, berhala, arca, al-Andaad (hal-hal yang dijadikan sebagai sekutu bagi Allah SWT), para nabi, para pemimpin dan tokoh ulung yang menang dalam suatu pertempuran, meskipun manusia memiliki harapan bisa mendapatkan suatu kemanfaatan dari mereka serta menolak kemudharatan dan keburukan melalui perantaraan mereka, semua itu adalah bentuk dari ilusi, degradasi fitrah manusia, dan pengecohan terhadap logika dan pemikiran yang normal.
AL-MA'IDAH (23)
AL-MAA'IDAH: 72-75
IDEOLOGI UMAT MASEHI YANG MENUHANKAN AL-MASIH, PADAHAL IA HANYALAH SEORANG MANUSIA YANG MENJADI RASUL
Sebab Turunnya Ayat
*As-Suddi* dan yang lainnya mengatakan ayat ini turun berkenaan dengan pandangan umat Nasrani yang menjadikan al-Masih dan ibundanya sebagai Ilah di samping Allah SWT sehingga mereka pun menjadikan Allah SWT sebagai salah satu dari yang tiga (Trinitas).
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan kekufuran setiap golongan, kelompok, sekte, dan aliran umat Nasrani, baik yang mengatakan al-Masih adalah salah satu dari yang tiga, atau al-Masih adalah Putra Allah, atau Allah ialah al-Masih Isa Putra Maryam. Pada kesimpulannya, mereka mengatakan: Bapak, Anak, dan Ruhul Qudus adalah Ilah yang satu. Mereka tidak mengatakan tiga Ilah, padalah inilah esensi dan pengertian semua perkataan mereka. Mereka tidak menggunakan kata-kata tiga Ilah dan tidak menyatakannya secara eksplisit, padahal ini adalah pengertian yang tidak bisa terpisahkan dari semua perkataan mereka, karena mereka mengatakan Sang Anak adalah Ilah. Sang Bapak adalah Ilah dan Ruhul Qudus adalah Ilah.
Halaman 112 dari 186