SURAH AL-MAA'IDAH: 17-19

AL-MA'IDAH (8)

AL-MAA'IDAH: 17-19

BANTAHAN TERHADAP KEYAKINAN DAN DOKTRIN-DOKTRIN YAHUDI DAN NASRANI

SEBAB TURUNNYA AYAT

*1. Ayat 18:*

*Ibnu Ishaq, Ibnu Jarir ath-Thabari, Ibnul Mundzir, dan al-Baihaqi* dalam kitab _ad-Dalaa'il_, meriwayatkan dari *Ibnu Abbas*, ia berkata, "Ada beberapa orang Yahudi, yaitu Ibnu Ubai, Nu'man bin Qushai, Bahri bin Amr dan Syas bin Adi, datang menemui Rasulullah saw. lalu berlangsunglah pembicaraan antara mereka dengan Rasulullah saw. Beliau pun mengajak mereka kepada Allah SWT dan memperingatkan mereka terhadap hukumanNya. Lalu mereka berkata, "Apakah kamu menakut-nakuti kami wahai Muhammad? Sungguh demi Allah, kami adalah putra-putra Allah dan para kekasih-Nya." Ini adalah sama seperti perkataan kaum Nasrani. Lalu Allah SWT pun menurunkan ayat ini menyangkut kaum Yahudi dan Nasrani.

*2. Ayat 19:*

*Ibnu Ishaq, Ibnu Jarir, Ibnul Mundzir, dan al-Baihaqi* dalam kitab _Ad-Dalaa'il_, meriwayatkan dari *Ibnu Abbas*, ia berkata, "Rasulullah saw. mengajak kaum Yahudi kepada Islam, membujuk dan membuat mereka tertarik dan senang kepada Islam, serta memperingatkan mereka. Namun mereka menolak ajakan Rasulullah saw. tersebut. Lalu Mu’adz bin Jabal, Sa'd bin Ubadah dan Uqbah bin Wahb berkata, "Wahai sekalian kaum Yahudi, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah SWT. Karena sungguh demi Allah, sebenarnya kalian sejatinya tahu bahwa beliau adalah Rasulullah. Sungguh, sebelum diangkatnya beliau sebagai Rasul, kalian sebenarnya pernah menyebutkan tentang beliau kepada kami, serta menjelaskan dan menggambarkan kepada kami tentang sosok, sifat dan ciri-ciri beliau."

Lalu *Rafi bin Huraimah dan Wahb bin Yahuda* berkata, "Kami tidak pernah mengatakan hal seperti itu kepada kalian. Setelah Musa, tidak ada lagi kitab yang diturunkan, dan Allah tidak mengutus lagi seorang pembawa berita gembira dan tidak pula seorang pemberi peringatan setelah Musa." Lalu Allah SWT pun menurunkan ayat ini.

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat 17 menegaskan kekafiran umat Nasrani karena perkataan mereka bahwa Allah adalah al-Masih putra Maryam. Allah SWT memberitahukan kepada mereka bahwa seandainya al-Masih adalah Tuhan, tentunya ia kuasa untuk menolak apa yang menimpa dirinya atau orang lain. Allah SWT telah mematikan ibundanya dan ia sama sekali tidak mampu untuk menolak dan menghalau kematian itu dari sang ibu.

Seandainya Allah SWT juga membinasakan dan mematikan al-Masih, maka siapakah gerangan yang bisa menolak kematian tersebut dari dirinya atau menyelamatkannya dari kematian tersebut? Al-Masih dan ibunya adalah makhluk yang memiliki bentuk, ukuran, dan pola, sementara sesuatu yang dilingkupi oleh batasan, ujung dan pola adalah tidak layak menyandang status ketuhanan. Sesungguhnya Allah SWT adalah Sang Pemilik langit dan bumi berikut segala apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa saja menurut kehendak-Nya, seperti menciptakan Isa dari seorang ibu saja tanpa seorang bapak supaya bisa menjadi ayat dan bukti akan kuasa-Nya dan Allah SWT Mahakuasa atas segala sesuatu.

Ayat 18 berisikan sanggahan dan bantahan untuk mementahkan klaim dan asumsi umat Yahudi dan Nasrani bahwa mereka memiliki kedudukan yang mulia dan posisi terhormat di sisi Allah SWT bahwa mereka adalah para putra Tuhan dan para kekasih-Nya. Jika memang benar klaim dan persangkaan mereka, lalu mengapa Allah SWT menurunkan adzab terhadap mereka di dunia seperti kekalahan, kehancuran dan keporakporandaan negeri mereka, serta kondisi mereka yang terceraiberai dan terusir.

Allah SWT juga menyiapkan untuk mereka adzab Jahannam kelak di akhirat atas kekafiran serta berbagai pembangkangan dan kemaksiatan mereka. Jadi, oleh karena itu, mereka bukanlah para putra Allah SWT dan bukan pula para kekasih-Nya. Seseorang tidak mungkin mengadzab kekasihnya. Sementara kalian sendiri mengakui bahwa para pendosa dan pelaku kemaksiatan di antara kalian adalah diadzab. Hal ini sekali lagi menjadi bukti kebohongan kalian.

Akan tetapi, sebenarnya mereka sama seperti manusia biasa lainnya yang akan dihisab oleh Allah SWT atas amal ketaatan dan kemaksiatan.

Ayat 19 menerangkan tugas Nabi Muhammad saw. dalam memaparkan perkara keselamatan dan kebahagiaan abadi, bahwa keselamatan dan kebahagiaan abadi adalah menurut keimanan dan amal saleh. Surga adalah bagi orang yang taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, sedangkan neraka adalah bagi orang yang membangkang kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Ayat itu juga menjelaskan tugas Nabi Muhammad saw. dalam menetapkan dan menyusun aturan-aturan hukum kehidupan dan undang-undang masyarakat. Semua itu supaya atau jangan sampai kamu sekalian berapologi dan berdalih dengan mengatakan, bahwa tidak datang kepada kami seorang pembawa berita gembira dan tidak pula seorang pemberi peringatan.

Rentang waktu antara periode kelahiran nabi Isa dan periode Nabi Muhammad saw. adalah lima ratus enam puluh sembilan tahun.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login