*THAAHAA (14)*
*PELAJARAN DARI KISAH-KISAH DI DALAM AL-QUR’AN DAN BALASAN BAGI ORANG YANG BERPALING DARI AL-QUR’AN*
*Surah Thaahaa Ayat 99-104*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan beberapa hal berikut ini.
1. Di dalam kisah-kisah Al-Qur'an, berupa informasi dan kondisi umat-umat terdahulu, terdapat pelajaran dan nasihat, yang dijadikan pelajaran dan nasihat oleh orang-orang mukallaf yang berakal. Juga sebagai hiburan bagi Nabi Muhammad saw., dan sebagai bukti bagi kebenaran beliau serta mukjizat lain bagi beliau.
2. Isi Al-Qur’an, semuanya adalah peringatan dan nasihat bagi semua umat, bangsa dan individu, juga merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi manusia secara umum dan bagi orang-orang Arab secara khusus serta merupakan nikmat yang agung bagi semua manusia.
*THAAHAA (13)*
*KISAH NABI MUSA*
*TEGURAN KERAS NABI MUSA KEPADA NABI HARUN KARENA BANI ISRA'IL MENYEMBAH PATUNG LEMBU, DAN DILEMPARKANNYA PATUNG TERSEBUT KE DALAM LAUT SERTA PENGESAAN TUHAN YANG HAQ*
*Surah Thaahaa Ayat 90-98*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Dari ayat-ayat di atas dapat disimpulkan beberapa hal berikut.
1. Nabi Harun sangat mengingkari perbuatan Samiri dan para pengikutnya yang menyembah patung lembu sebelum kembalinya Nabi Musa, namun mereka membangkang peringatan dari Nabi Harun, bahkan mereka hampir membunuhnya, dan mereka pun terus menyembah patung lembu tersebut hingga Nabi Musa kembali. Mereka ingin melihat apakah Nabi Musa menyetujui apa yang mereka lakukan atau tidak.
*THAAHAA (12)*
*KISAH NABI MUSA*
*PERBINCANGAN ALLAH DENGAN NABI MUSA PADA WAKTU YANG TELAH DIJANJIKAN DAN FITNAH SAMIRI YANG MENJADIKAN PATUNG LEMBU SEBAGAI TUHAN*
*Surah Thaahaa Ayat 83-89*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal berikut:
1. Nabi Musa tergesa-gesa sehingga meninggalkan tujuh puluh pemimpin dari kaumnya karena rindu kepada Allah dan karena ingin mendengar Kalam-Nya. Hal ini dia lakukan berdasarkan ijtihad darinya, akan tetapi ijtihadnya tersebut dia salah, sehingga dia layak mendapatkan teguran. Kemudian tergesa-gesa, walaupun secara umum tercela, akan tetapi di dalam masalah agama ia terpuji.
*THAAHAA (11)*
*KISAH NABI MUSA*
*DITENGGELAMKANNYA FIR'AUN DAN BALA TENTARANYA DI LAUT, DAN NIKMAT ALLAH KEPADA BANI ISRAIL*
*Surah Thaahaa Ayat 77-82*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan kepada beberapa hal berikut:
1. Allah SWT memberi anugerah kepada Bani Isra'il dengan menyelamatkan mereka dari kezaliman Fir'aun dan kaumnya. Allah mewahyukan kepada Nabi Musa untuk membuat sebuah jalan yang kering, tanpa lumpur dan air; di tengah laut. Yaitu dengan memukulkan tongkatnya pada laut tersebut lalu laut itu terbelah dan menjadi kering karena berbagai sebab yang telah Allah siapkan, seperti dengan adanya angin. Nabi Musa tidak khawatir akan tersusul oleh Fir'aun dan tentaranya, juga tidak takut akan tenggelam di dalam laut.
2. Fir'aun ikut masuk ke laut setelah mengutus satu kelompok dari bala tentaranya untuk menyusul Bani Isra'il. Ketika dia melihat tidak terjadi apa-apa pada mereka, maka dia memerintahkan seluruh bala tentaranya untuk melanjutkan perjalanan di bawah pimpinannya ke dalam laut. Fira'un bersama bala tentaranya berusaha menyusul Bani Isra'il, kemudian air laut menenggelamkan mereka semua dan tidak ada seorang pun yang selamat.
Halaman 2 dari 186