*THAAHAA (2)*
*KISAH NABI MUSA*
*PEMBICARAAN ALLAH DENGAN NABI MUSA (ATAU MUNAJAT NABI MUSA) DAN AWAL WAHYU YANG DISAMPAIKAN KEPADANYA DI LEMBAH YANG SUCI*
*Surah Thaahaa Ayat 9-16*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Dari ayat-ayat di atas dapat disimpulkan beberapa hal berikut ini:
1. Keharusan mempelajari dan membaca kisah-kisah para nabi untuk mengambil pelajaran. Al-Qur'an mendorong umat ini untuk melakukan hal tersebut di awal pemaparan kisah Nabi Musa dengan pertanyaan yang berfungsi untuk penegasan dan pengharusan. Pertanyaan *(وَهَلْ أَتَىٰكَ)* walaupun tidak boleh untuk Allah SWT karena memang Dia tidak perlu bertanya, namun tujuannya adalah, untuk mengukuhkan jawabannya di dalam hati Muhammad saw.. Bentuk pertanyaan lebih kuat dalam hal ini. Seperti seseorang yang bertanya kepada temannya untuk menarik perhatian temannya tersebut dan untuk membuat temannya itu ingin sekali mengetahui jawabannya,'Apakah kamu sudah mendengar berita tentang ini?" Temannya tersebut ingin mengetahui berita yang ingin disampaikan.
*THAAHAA (1)*
*AL-QUR'AN SEBAGAI SEBAB TERCAPAINYA KEBAHAGIAAN*
*Surah Thaahaa Ayat 1-8*
*Sebab Turunnya Ayat*
Muqatil berkata, "Abu Jahl, al-Walid bin Mughirah, an-Nadhr bin al-Harits dan Muth’im bin Adi berkata kepada Nabi saw., ‘Sesungguhnya kamu adalah orang yang sengsara karena kamu meninggalkan agama nenek moyangmu.' Maka Nabi saw. bersabda, ‘Tidak. Aku diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.' Mereka berkata lagi, ‘Tidak, tapi kamu akan mengalami kesengsaraan.' Maka Allah menurunkan ayat di atas untuk membantah mereka dan memberi tahu Nabi Muhammad saw. bahwa agama Islam adalah jalan bagi tercapainya semua kebahagiaan, sedangkan apa yang dilakukan oleh orang-orang musyrik adalah kesengsaraan itu sendiri."
*SURAH THAAHAA*
*SURAH THAAHAA*
*MAKKIYYAH SERATUS TIGA PULUH LIMA AYAT*
*PENAMAAN SURAH*
Dinamakan surah Thaahaa karena ia dimulai dengan panggilan menggunakan kata Thaahaa, yaitu:
_"Thaa Haa. Kami tidak menurunkan Al-Qur'an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah"_ *(Thaahaa: 1-2)*
Thaahaa adalah salah satu nama Nabi saw.. Penyebutan nama ini merupakan sebuah penghormatan terhadap beliau dan untuk menghibur beliau dari pembangkangan kaum beliau.
*MARYAM (20)*
*RASA CINTA KEPADA ORANG-ORANG MUKMIN, DIMUDAHKANNYA AL-QUR’AN DAN DIBINASAKANNYA ORANG-ORANG JAHAT*
*Surah Maryam Ayat 96-98*
*Sebab Turunnya Ayat*
Ibnu Mardawaih dan ad-Dailami meriwayatkan dari al-Barra’, ia berkata, "Rasulullah saw. bersabda kepada Ali karramallahu wajhah,
*(اللَّهُمَّ اجْعَلْ لَهُ عِنْدَكَ عَهْدًا، وَاجْعَلْ لَهُ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ مَوَدَّةً)*
_“Ya Allah jadikanlah janji untuknya di sisiMu dan jadikanlah rasa cinta kepadanya pada hati orang-orang Mukmin.”_ Lalu Allah menurunkan ayat ini. *(HR Ibnu Mardawaih dan ad-Dailami)*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas mengandung beberapa hal berikut ini.
1. Jika Allah mencintai seorang hamba karena ketakwaannya dan Dia ridha terhadapnya karena ia mengikuti syari'at dan agamaNya, maka Dia akan membuatnya dicintai oleh hamba-hamba-Nya yang saleh dan para malaikat yang dekat dengan-Nya, walaupun hamba tersebut tidak disukai oleh orang-orang zalim, orang-orang kafir dan orang-orang fasik.
Halaman 5 dari 186