*MARYAM (11)*
*KISAH NABI IDRIS*
*Surah Maryam Ayat 56-57*
*Tafsir dan Penjelasan*
Allah SWT menyebut Nabi Idris a.s., Kakek Nabi Nuh, manusia pertama yang menulis dengan pena, menjahit pakaian, dan memakai kain berjahit, dengan tiga sifat, yaitu berikut:
1. Dia adalah seorang _shiddiq,_ yaitu selalu membenarkan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.
2. Seorang rasul dan nabi. Dia mendapatkan wahyu dari Allah berupa syari'at, diperintahkan untuk menyampaikan kepada kaumnya. Allah SWT telah menurunkan kepadanya tiga puluh _shahifah_ (lembaran-lembaran) sebagaimana disebutkan di dalam hadits Abu Dzar.
3. Allah mengangkatnya ke tempat yang tinggi, maksudnya, meninggikan derajatnya dan memuliakannya dengan kenabian, serta menjadikannya orang yang memiliki kedudukan tinggi. Hal ini sebagaimana yang difirmankan kepada Nabi Muhammad saw, _"Dan Kami tinggikan sebutan (nama) mu bagimu."_ *(al-Insyiraah: 4)*
*MARYAM (10)*
*KISAH NABI ISMA'IL A.S.*
*Surah Maryam Ayat 54-55*
*Nabi Ismail dan Ibunya, Hajar, di Mekah*
Di Mekah tidak ada sesuatu pun yang dibangun setelah Baitullah kecuali pada abad kedua sebelum Islam, yaitu pada masa Qushay bin Kilab yang membangun Darun Nadwah. Lalu dia diikuti oleh orang-orang Quraisy yang membuat bangunan-bangunan di sekitar Baitullah.
Di dalam Shahih Bukhari terdapat hadits dari Ibnu Abbas r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, yang artinya:
_“Pertama kali para perempuan membuat ikat pinggang panjang adalah dari ibu Ismail. Dia membuat ikat pinggang yang panjang untuk menghapus jejaknya dari Sarah. Kemudian dia dan puternya yang masih dia susui dibawa oleh Ibrahim lalu diletakkan di dekat Baitullah di sisi sebatang pohon besar di atas sumur Zamzam di arah atas Baitullah. Saat itu di Mekah tidak ada seorang pun. Di sana juga tidak ada air. Ibrahim meletakkan keduanya di sana. Dan dia meletakkan di dekat keduanya sebuah bungkusan yang di dalamnya terdapat kurma dan kantung yang berisi air. Kemudian Ibrahim berpaling pergi. Ibu Ismail pun mengikutinya lalu berkata, “Wahai Ibrahim, ke mana engkau akan pergi dan meninggalkan kami di lembah ini yang tiada seorang pun dan apapun di sana?” Dia mengatakan hal itu berulang kali, namun Ibrahim tidak jua menoleh kepadanya. Lalu ibu Ismail berkata kepadanya, “Apakah Allah yang memerintahkanmu untuk melakukan hal ini?” Ibrahim menjawab, “Ya.” Ibu Ismail berkata, “Kalau begitu dia tidak akan menelantarkan kami.” Kemudian ibu Ismail kembali ke tempatnya semula. Lalu Ibrahim pergi, hingga ketika berada di sisi jalan di balik bukit, di mana dia tidak terlihat oleh orang, dia menghadapkan wajahnya ke arah Baitullah, kemudian berdoa dengan doa-doa berikut ini sembari mengangkat kedua tangannya, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati”, hingga akhir ayat, “mudah-mudahan mereka bersyukur.”_
*MARYAM (9)*
*KISAH NABI MUSA*
*Surah Maryam Ayat 51-53**
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Seorang rasul tidak mencapai derajat _Ulul Azmi_ kecuali dengan kriteria yang tinggi dan kekhususan tertentu. Dan ini adalah sebagian kekhususan dan sifat Nabi Musa yang Allah pilih. Dia mengikhlaskan ibadahnya kepada Allah, jauh dari kesyirikan dan riya. Allah menjadikannya sebagai seorang rasul dengan syari'at dan kitab suci, serta menjadikannya sebagai seorang nabi dari kalangan orang-orang saleh. Allah mengajaknya berbincang secara langsung tanpa melalui perantara wahyu, mengajaknya berbicara dari balik Bukit Tursina, tempat yang diberkahi di sisi pohon yang ada di sebelah kanan Nabi Musa, saat Nabi Musa pergi dari Madyan menuju Mesir. Allah mendekatkan Musa kepada-Nya dengan memuliakannya ketika dia memohon, sepertinya raja yang mendekatkan orang yang berbincang lirih kepadanya.
*MARYAM (8)*
*KISAH NABI IBRAHIM A.S., ATAU DIALOG DENGAN AYAHNYA TENTANG PENYEMBAHAN BERHALA*
*Surah Maryam Ayat 41-50**
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas merupakan dalil untuk beberapa hal berikut:
1. Sebab disebutkannya kisah Ibrahim a.s. ada tiga:
_Pertama,_ lbrahim adalah bapak bangsa Arab. Orang-orang Arab mengakui ketinggian derajatnya dan kesucian agamanya. Allah berfirman kepada Nabi Muhammad saw:
_"Bacakanlah kepada mereka di dalam Al-Qur'an tentang lbrahim karena mereka adalah keturunannya dan sesungguhnya dia adalah orang yang lurus dan Muslim. Dia tidak menjadikan tuhan selain Allah. Oleh karena itu, jika kalian meniru nenek moyang kalian, tirulah lbrahim yang tidak menyembah berhala. Jika kalian ingin berdalil, pikirkanlah dalil-dalil yang disebutkan oleh lbrahim a.s. agar kalian mengetahui kerusakan penyembahan berhala. Intinya, ikutilah lbrahim, baik dengan menirunya atau mengikutinya dalam mencari dalil, namun mengapa kalian menjadikan tuhan-tuhan lain selain Allah?"_
Halaman 8 dari 186