*AL-KAHF (14)*
*BALASAN BAGI ORANG-ORANG MUKMIN DAN LUASNYA PENGETAHUAN ALLAH SERTA TENTANG KEESAAN-NYA*
*Surah al-Kahf Ayat 107-110*
*Sebab Turunnya Ayat*
*1. Ayat 109*
Al-Hakim dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Orang-orang Quraisy berkata kepada orang-orang Yahudi, "Beri kami sesuatu untuk kami tanyakan kepada laki-laki itu." Orang-orang Yahudi berkata, "Tanyakan kepadanya tentang ruh." Orang-orang Quraisy pun menanyakannya kepada Rasulullah saw., lalu turun ayat,
_"Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, 'Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit."_ *(al-Israa': 85)*
Orang-orang Yahudi berkata, "Kami diberi banyak ilmu. Kami diberi Taurat, barangsiapa diberi Taurat maka dia diberi kebaikan yang banyak." Lalu turun ayat, *(...قُل لَّوْ كَانَ ٱلْبَحْرُ مِدَادًۭا لِّكَلِمَـٰتِ رَبِّى)*
*AL-KAHF (13)*
*BALASAN BAGI ORANG-ORANG KAFIR*
*Surah al-Kahf Ayat 100-106*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Dari rangkaian ayat-ayat di atas dapat dipahami beberapa hal berikut.
1. Kebenaran hari kebangkitan dan Padang Mahsyar dengan dikumpulkannya jin dan manusia di padang hari Kiamat dengan tiupan sangkakala yang kedua.
2. Jahannam ditampakkan dengan jelas kepada orang-orang kafir setelah seluruhnya dikumpulkan karena mereka tidak mau memikirkan bukti-bukti dari Allah yang menunjukkan wujud dan keesaanNya. Juga karena mereka tidak dapat mendengar firman Allah SWT. Mereka ibarat orang yang buta dan tuli. Ini adalah salah satu jenis hukum yang bersifat psikologis yang pedih dikarenakan kesulitan dan kesusahan yang sangat besar yang menyergap mereka.
3. Orang-orang kafir salah ketika mengira bahwa apa yang mereka lakukan dalam menjadikan sesembahan-sesembahan selain Allah, seperti Isa, Uzair, dan para malaikat, dapat memberi manfaat kepada mereka pada hari Kiamat dan bahwasanya Allah tidak akan menghukum mereka karena hal itu. Anggapan ini tidak benar sama sekali karena Allah telah menyiapkan Jahannam untuk mereka sebagai tempat tinggal.
*AL-KAHF (12)*
*KISAH DZULQARNAIN DAN YA’JUJ SERTA MA’JUJ*
*Surah al-Kahf Ayat 83-99*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas dapat dijadikan dalil untuk beberapa hal berikut.
1. Dzulqarnain adalah salah seorang raja beriman yang menguasai seluruh dunia dan penduduknya. Allah telah memberinya kerajaan yang luas, kebijaksanaan, wibawa, dan ilmu yang bermanfaat. Kami tidak mengatakan mengetahui tentang Dzulqarnain ini secara pasti. Kami tidak mengimaninya kecuali sesuai dengan kadar yang diceritakan oleh Al-Qur'an. Diriwayatkan bahwa seluruh raja yang menguasai dunia ada empat, yaitu dua orang beriman dan dua orang kafir. Dua orang yang beriman adalah Nabi Sulaiman bin Dawud a.s. dan Iskandar, sedangkan dua orang yang kafir adalah Namrudz dan Nebukadnezar .
*AL-KAHF (11)*
*LANJUTAN KISAH NABI MUSA BERSAMA KHIDIR*
*Surah al-Kahf Ayat 75-82*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas memberikan beberapa petunjuk sebagai berikut.
1. Tiga hal yang dilakukan Khidir masuk kategori memilih satu perkara yang paling ringan keburukannya dari dua perkara yang sama-sama buruk dan membahayakan. Juga menanggung keburukan yang lebih kecil untuk menghilangkan keburukan yang lebih besar. Hal ini sesuai dengan makna firman Allah *(رَحْمَةًۭ مِّن رَّبِّكَ ۚ)* sebagai rahmat dari Tuhanmu.
Ketiga hal tersebut, walaupun secara zahir bertentangan dengan kebenaran dan Musa pantas untuk menolak dan menentangnya, pada hakikat dan realitasnya semua itu adalah lebih baik. Tidak ada seorang pun yang boleh mengklaim dapat melakukan hal yang sama dengan Khidir tanpa ada wahyu yang jelas. Hukum bagi perbuatan seorang ulama dan nabi yang tidak berdasarkan wahyu adalah berdasarkan apa yang tampak, sedangkan jika berasal dari wahyu, ia berdasarkan sebab-sebab yang hakiki dan nyata. Wahyu tidak diterima kecuali oleh para nabi atau rasul. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian terdahulu, jumhur ulama sepakat mengatakan bahwa Khidir adalah seorang nabi karena firman Allah *(فَوَجَدَا عَبْدًۭا مِّنْ عِبَادِنَآ)* menunjukkan kenabian Khidir. Karena hal-hal yang tersembunyi di balik perbuatan-perbuatan yang tampak hanyalah berdasarkan wahyu. Selain itu, manusia tidak belajar dan tidak mengikuti kecuali orang yang derajatnya di atas dirinya. Tidak ada orang yang derajatnya lebih tinggi dari nabi selain nabi.
Halaman 11 dari 186