*MARYAM (19)*
*BANTAHAN TERHADAP ORANG YANG MENGATAKAN BAHWA ALLAH MEMILIKI ANAK*
*Surah Maryam Ayat 88-95*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Tema ayat-ayat di atas adalah penetapan tauhid dan penghambaan kepada Allah semata, serta pengingkaran terhadap tuduhan bahwa Allah mempunyai anak, "Katakanlah (Muhammad), _"Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."_ *(al-Ikhlaash: 1-4)*
Walaupun telah ditetapkan bahwa Allah Maha Esa dan tidak beranak dan tidak diperanakkan, namun orang-orang Yahudi, Nasrani dan sebagian orang Arab yang mengatakan bahwa para malaikat adalah anak-anak perempuan Allah, mereka juga mengatakan bahwa Allah memiliki anak. Padahal sangat tidak mungkin Allah mempunyai anak karena Dia tidak memerlukannya dan Dia Mahasuci dari semua bentuk kekurangan, dan Dia Mahasuci dari adanya teman, tandingan dan anak.
*MARYAM (18)*
*BANTAHAN TERHADAP PARA PENYEMBAH BERHALA BAHWA BERHALA YANG MEREKA SEMBAH AKAN MENJADI MUSUH MEREKA DAN TINDAKAN MEREKA MENJADIKAN SETAN SEBAGAI PEMBELA*
*Surah Maryam Ayat 81-87*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Dari ayat-ayat di atas dapat disimpulkan beberapa hal berikut ini:
1. Orang-orang musyrik menyembah tuhan-tuhan selain Allah agar menjadi penolong, pembela dan pemberi syafaat bagi mereka, serta untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menghalangi mereka dari siksa-Nya.
2. Apa yang akan terjadi nanti tidak seperti yang mereka kira karena berhala-berhala tersebut akan mengingkari penyembahan orang-orang musyrik tersebut atau orang-orang musyrik itu sendiri yang akan mengingkari bahwa mereka telah menyembah berhala. Berhala-berhala tersebut juga akan memusuhi mereka dan mendustakan mereka. Berhala-berhala itu pun akan menjadi musuh-musuh mereka, dan dengan kekuasaan Allah yang membuat mereka dapat berbicara, mereka pun berkata, _"Wahai Tuhan kami, adzablah mereka yang telah menyembah kami."_
3. Allah membuat setan menguasai orang-orang kafir dengan godaan dan tipu daya berupa keburukan, juga mengeluarkan mereka dari ketaatan menuju kemaksiatan.
4. Wahai Rasul, kamu tidak perlu meminta adzab untuk kaummu yang musyrik karena adzab yang akan menimpa mereka akan datang dalam waktu yang tidak lama lagi.
*MARYAM (17)*
*EJEKAN KAUM MUSYRIKIN TERHADAP HARI KEBANGKITAN DAN TERHADAP DIKUMPULKANNYA MANUSIA DI PADANG MAHSYAR*
*Surah Maryam Ayat 77-80*
*Sebab Turunnya Ayat*
Para imam, di antara Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi, Imam Thabrani dan Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Khabbab bin al-Arat, dia berkata, "Dahulu saya adalah seorang pandai besi.
Ketika itu, al-Ash bin Wa'il mempunyai utang terhadapku. Ketika saya mendatanginya untuk menagihnya, dia berkata, "Tidak! Demi Allah aku tidak akan melunasi utangku hingga kamu kafir terhadap Muhammad saw.." Saya katakan kepadanya, "Tidak! Demi Allah saya tidak akan kafir terhadap Muhammad saw. hingga kamu mati kemudian dibangkitkan kembali." Ash bin Wa'il berkata, "Jika aku mati kemudian dibangkitkan kembali, datangi aku karena di sana aku memiliki harta dan anak, lalu aku akan melunasi utangku.” Allah SWT menurunkan ayat, *(أَفَرَءَيْتَ ٱلَّذِى كَفَرَ بِـَٔايَـٰتِنَا وَقَالَ لَأُوتَيَنَّ مَالًۭا وَوَلَدًا)*
*MARYAM (16)*
*SYUBHAT (KERANCUAN BERPIKIR) YANG LAIN DARI ORANG-ORANG MUSYRIK BERUPA KONDISI MEREKA YANG BAGUS DI DUNIA*
*Surah Maryam Ayat 73-76*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menjadi dalil bagi hal-hal berikut:
1. Standar dan konsep-konsep agama yang berbeda dengan gambaran orang-orang bodoh dan awam dari kalangan orang-orang kafir dan pembangkang. Mereka melihat bahwa kekayaan, kondisi yang baik dan banyaknya orang yang hadir di majelis atau tempat-tempat kumpul mereka merupakan dalil bagi kelebihan mereka dari orang-orang Mukmin. Tujuan mereka adalah memasukkan syubhat ke dalam diri orang-orang yang lemah dan membuat mereka mengira bahwa orang yang banyak harta adalah orang yang benar dalam agamanya. Seakan-akan mereka tidak melihat orang fakir di kalangan orang-orang kafir dan orang kaya di kalangan orang-orang Muslim. Mereka juga tidak tahu bahwa Allah SWT menjaga para wali-Nya dari tertipu oleh dunia dan kecenderungan yang berlebihan kepadanya.
Halaman 6 dari 186