*MARYAM (14)*
*WAHYU DITURUNKAN BERDASARKAN PERINTAH ALLAH SWT*
*Surah Maryam Ayat 64-65*
*Sebab Turunnya Ayat*
Ahmad dan Bukhari dari Ibnu Abbas r.a., dia berkata, "Rasulullah saw. bertanya kepada Jibril, Apa yang menghalangimu untuk mengunjungiku lebih sering lagi?’" Lalu turunlah ayat, *(...وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ ۖ)*
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ikrimah, dia berkata, "Selama empat puluh hari Jibril tidak turun..." Dia lalu menyebutkan redaksi yang semakna dengan riwayat sebelumnya.
Ibnu lshaq meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., bahwa orang-orang Quraisy ketika bertanya kepada Rasulullah saw. tentang Ashhaabul-Kahfi, selama lima belas malam Allah tidak menurunkan wahyu tentang hal itu. Kemudian ketika Jibril turun, beliau berkata kepadanya, "Engkau tidak kunjung datang." Jibril lalu menyebutkan ayat di atas.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Jihril tidak kunjung mendatangi Rasulullah saw. dalam beberapa hari ketika beliau ditanya tentang kisah Ashhaabul-Kahfi, Dzulqarnain dan tentang ruh. Beliau tidak tahu bagaimana menjawabnya. Beliau pun merasa sedih dan sangat gelisah. Dan orang-orang musyrik pun berkata, "Sesungguhnya, Tuhannya telah meninggalkan dan mengabaikannya." Ketika Jibril datang, beliau berkata kepadanya, "Wahai Jibril, lama sekali kamu tidak mendatangiku, hingga timbul prasangka burukku dan aku sangat rindu kepadamu." Jibril menjawab, "Sungguh aku lebih rindu kepadamu. Akan tetapi, aku adalah seorang hamba yang diperintah; jika aku diutus aku turun, tapi jika tidak, aku pun tidak turun." Allah lalu menurunkan ayat di atas. Tidak ada penghalang jika terdapat lebih dari satu kejadian dan sebab turunnya suatu ayat.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Kedua ayat di atas menunjukkan dua hal berikut:
1. Para malaikat adalah para utusan Allah untuk membawa wahyu. Mereka tidak turun membawa wahyu kepada seorang nabi atau rasul dari kalangan manusia kecuali berdasarkan perintah Allah, Sang Pengatur alam raya di setiap waktu dan tempat, Zat yang tidak pernah lalai dari sesuatupun dan tidak pernah lupa. Apabila dia berkehendak untuk mengutus seorang malaikat, Dia pun pasti mengutusnya.
2. Sesungguhnya, Allah Azzawa Jalla adalah Tuhan dan Pencipta langit dan bumi serta Pencipta apa yang ada di antara keduanya. Dia juga pemilik keduanya dan apa yang ada di antara keduanya. Sebagaimana Dia yang mengatur waktu, dia juga yang mengatur seluruh benda dan makhluk di dunia. Karena Dia-lah Sang Pemilik mutlak bagi semua yang ada, Dia-lah yang wajib disembah, dan tidak ada siapa pun yang berhak disembah, melainkan Dia, Sang Raja yang haru disembah. Dia-lah Zat yang tidak beranak, tidak ada yang menandingi-Nya, tidak ada yang menyamai-Nya dan tidak ada yang menyerupai-Nya yang berhak mendapatkan nama yang Dia sandang, yaitu Allah dan ar-Rahman.
Ibadah adalah ketaatan dengan puncak ketundukan kepada Allah SWT. Bagi seorang rasul dan orang-orang Mukmin tidak ada tugas lain melainkan apa yang diperintahkan oleh Allah dan selalu menunaikannya, tanpa menunda-nundanya karena perkara yang lain.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
