*MARYAM (18)*
*BANTAHAN TERHADAP PARA PENYEMBAH BERHALA BAHWA BERHALA YANG MEREKA SEMBAH AKAN MENJADI MUSUH MEREKA DAN TINDAKAN MEREKA MENJADIKAN SETAN SEBAGAI PEMBELA*
*Surah Maryam Ayat 81-87*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Dari ayat-ayat di atas dapat disimpulkan beberapa hal berikut ini:
1. Orang-orang musyrik menyembah tuhan-tuhan selain Allah agar menjadi penolong, pembela dan pemberi syafaat bagi mereka, serta untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menghalangi mereka dari siksa-Nya.
2. Apa yang akan terjadi nanti tidak seperti yang mereka kira karena berhala-berhala tersebut akan mengingkari penyembahan orang-orang musyrik tersebut atau orang-orang musyrik itu sendiri yang akan mengingkari bahwa mereka telah menyembah berhala. Berhala-berhala tersebut juga akan memusuhi mereka dan mendustakan mereka. Berhala-berhala itu pun akan menjadi musuh-musuh mereka, dan dengan kekuasaan Allah yang membuat mereka dapat berbicara, mereka pun berkata, _"Wahai Tuhan kami, adzablah mereka yang telah menyembah kami."_
3. Allah membuat setan menguasai orang-orang kafir dengan godaan dan tipu daya berupa keburukan, juga mengeluarkan mereka dari ketaatan menuju kemaksiatan.
4. Wahai Rasul, kamu tidak perlu meminta adzab untuk kaummu yang musyrik karena adzab yang akan menimpa mereka akan datang dalam waktu yang tidak lama lagi.
5. Allah menggiring orang-orang yang bertakwa dari kubur mereka dengan menunggang tunggangan dan dalam keadaan terhormat dan dimuliakan. Sedangkan, orang-orang kafir yang tidak beriman, mereka akan digiring dengan berjalan kaki dan tidak beralas kaki, sendiri-sendiri dan dalam keadaan dahaga, seperti unta-unta yang menuju tempat air. Dalam hal ini, terdapat kehinaan dan dalil bahwa kengerian hari Kiamat hanya untuk orang-orang musyrik. Orang-orang yang bertakwa, sejak awal mereka dikumpulkan dalam kondisi dimuliakan sehingga mereka aman dari rasa takut. Oleh karena itu, bagaimana bisa mereka merasakan kengerian pada hari Kiamat?
6. Tidak ada seorang pun yang memiliki syafaat untuk orang lain di sisi Allah, kecuali orang yang mengambil janji dari Allah karena Dia-lah pemilik syafaat. Janji tersebut adalah kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah tanpa ada sekutu bagi-Nya dan menunaikan semua yang meniadi konsekuensinya. Banyak hadits yang menyebutkan bahwa orang-orang mulia, para ulama dan orang yang saleh akan memberi syafaat.
Ibnu Mas'ud r.a. berkata, "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabat beliau, Apakah kalian tidak mampu membuat perjanjian dengan Allah di setiap pagi dan sore hari?' Beliau lalu ditanya,'Wahai Rasulullah, apa perjanjian itu?' Beliau bersabda,'Dengan mengucapkan pada setiap pagi dan sore hari
_"Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui perkara yang gaib dan yang nyata. Sesungguhnya, saya berjanji kepada-Mu di dalam kehidupan dunia ini bahwa saya bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Engkau, tiada sekutu bagi-Mu, dan Muhammad adalah hamba dan rasul-Mu. Maka janganlah Engkau serahkan aku pada diriku karena jika Engkau menyerahkan aku pada diriku, Engkau menjauhkan aku dari kebaikan dan mendekatkan aku kepada keburukan. Dan aku tidak bersandar kecuali kepada rahmat-Mu. Maka jadikanlah untukku perjanjian di sisi-Mu yang Engkau penuhi kepadaku pada hari Kiamat, sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji."_
"Jika dia membacanya, Allah akan menstempel bacaan itu dan meletakkan di bawah Arsy lalu pada hari Kiamat seorang penyeru akan menyeru, 'Mana orang-orang yang memiliki perjanjian di sisi Allah?' Orang yang membaca itu pun berdiri lalu masuk surga."===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
