*MARYAM (15)*
*SYUBHAT (KERANCUAN BERPIKIR) ORANG-ORANG MUSYRIK YANG MENGINGKARI HARI KEBANGKITAN*
*Surah Maryam Ayat 66-72*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Dari ayat-ayat di atas dapat disimpulkan beberapa hal berikut:
1. Orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan dan menganggap mustahil manusia mati akan dihidupkan kembali, merasa keheranan dengan hal ini. Akan tetapi keheranan ini tidak berdasar karena Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Seandainya dia merenung sedikit saja, pasti di akan tahu bahwa Zat yang menciptakan manusia dari ketiadaan, Mahakuasa untuk menghidupkannya kembali setelah ia mati. Dalam logika manusia, menghidupkan kembali tentu lebih mudah daripada menciptakan pertama kali. Adapun bagi Allah, keduanya adalah sama-sama mudah.
2. Dikumpulkannya seluruh makhluk untuk dihisab adalah perkara yang pasti terjadi setelah mereka dibangkitkan dari dalam kubur dan setiap orang kafir akan dikumpulkan bersama setan mereka dengan belenggu rantai.
*MARYAM (14)*
*WAHYU DITURUNKAN BERDASARKAN PERINTAH ALLAH SWT*
*Surah Maryam Ayat 64-65*
*Sebab Turunnya Ayat*
Ahmad dan Bukhari dari Ibnu Abbas r.a., dia berkata, "Rasulullah saw. bertanya kepada Jibril, Apa yang menghalangimu untuk mengunjungiku lebih sering lagi?’" Lalu turunlah ayat, *(...وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ ۖ)*
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ikrimah, dia berkata, "Selama empat puluh hari Jibril tidak turun..." Dia lalu menyebutkan redaksi yang semakna dengan riwayat sebelumnya.
Ibnu lshaq meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., bahwa orang-orang Quraisy ketika bertanya kepada Rasulullah saw. tentang Ashhaabul-Kahfi, selama lima belas malam Allah tidak menurunkan wahyu tentang hal itu. Kemudian ketika Jibril turun, beliau berkata kepadanya, "Engkau tidak kunjung datang." Jibril lalu menyebutkan ayat di atas.
*MARYAM (13)*
*SIFAT ORANG-ORANG SETELAH PARA NABI DAN BALASAN BAGI MEREKA, SERTA SIFAT ORANG-ORANG YANG BERTOBAT DAN ORANG-ORANG YANG BERHAK MENDAPATKAN SURGA*
*Surah Maryam Ayat 59-63*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal berikut:
1. Setelah para nabi dan para pengikut mereka bertakwa, datang orang-orang yang buruk dan anak-anak yang jahat.
a. Mereka tidak melakukan shalat fardhu. Ini merupakan dalil bahwa menyia-nyiakan shalat termasuk dosa besar dan pelakunya akan disiksa karenanya.
At-Tirmidzi dan Abu Dawud meriwayatkan dari Anas bin Hakim adh-Dhabbi bahwa dia datang ke Madinah lalu dia bertemu dengan Abu Hurairah r.a., lalu Abu Hurairah r.a. berkata kepadanya, _"Wahai pemuda, maukah saya sampaikan kepadamu sebuah hadits, semoga akan bermanfaat bagimu." Saya menjawab, "Ya, saya mau."_
*MARYAM (12)*
*BEBERAPA SIFAT PARA NABI A.S.*
*Surah Maryam Ayat 58*
*Tafsir dan Penjelasan*
(أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّ)
yakni, mereka yang disebutkan dari awal surah hingga ayat di atas, sejak Nabi Zakariya hingga Nabi Idris a.s., bahkan seluruh nabi adalah yang orang-orang yang diberi nikmat kenabian, kedekatan dari Allah, dan kedudukan yang mulia di sisi-Nya. Dia memilih mereka dari seluruh hamba-Nya dan Dia memberi petunjuk kepada mereka agar menjadi contoh dan teladan bagi seluruh manusia dalam beribadah dan taat kepada Allah, serta agar seluruh manusia meneladani cara, manhaj, dan akhlak mereka.
Halaman 7 dari 186