*AL-KAHF (10)*
*KISAH NABI MUSA DENGAN KHIDIR*
*Surah al-Kahf Ayat 60-74*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ini adalah perjalanan Musa bin Imran, seorang nabi Bani Isra’il, bersama pemuda yang membantunya, Yusa’ a.s., untuk bertemu dengan seorang hamba Allah yang saleh, yaitu Khidir. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk mengajari Musa, sifat tawadhu dalam ilmu. Juga untuk mengajarkan kepadanya, walaupun dia seorang nabi dan rasul, bisa jadi ada hamba Allah yang lebih berilmu darinya.
Dalam kisah ini terkandung fiqih kehidupan, yaitu mengenai perjalanan seorang ulama untuk menambah ilmu dan meminta bantuan seorang pembantu juga seorang sahabat untuk keperluan tersebut, serta memanfaatkan kesempatan bertemu dengan orang saleh dan alim ulama, walaupun harus menempuh perjalanan yang jauh, sebagaimana yang menjadi tradisi para salaf saleh.
*AL-KAHF (9)*
*PENJELASAN AL-QUR’AN, TUGAS PARA RASUL, KEZALIMAN ORANG TIDAK MAU BERIMAN DAN SEBAB DITUNDANYA AZAB HINGGA WAKTU YANG TELAH DITENTUKAN*
*Surah al-Kahf Ayat 54-59*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menjelaskan beberapa poin sebagai berikut.
1. Penjelasan Al-Qur’an seputar dalil-dalil ketuhanan, keesaan, pelajaran dan umat-umat terdahulu adalah penjelasan yang jelas dan sempurna yang dapat merealisasikan tujuannya secara sempurna, yaitu agar manusia mendapatkan hidayah.
2. Manusia, khususnya orang kafir, merupakan makhluk yang paling banyak membantah dan menyukai perdebatan yang bertujuan menghancurkan kebenaran dan mempertahankan hal-hal yang disukainya yaitu mengikuti hawa nafsu, mengikuti para pendahulu dan nenek moyang, mempertahankan kekafiran serta mempertahankan kedudukan duniawi dan keuntungan materi.
3. Pada umumnya manusia memiliki pandangan yang pendek. Tidak ada yang menghalangi manusia untuk beriman, memohon ampun kepada Allah dan kembali kepada-Nya, setelah kedatangan Al-Qur'an, Islam, dan Nabi Muhammad saw., melainkan salah satu dari dua hal.
*AL-KAHF (8)*
*KISAH SUJUD KEPADA NABI ADAM*
*Surah al-Kahf Ayat 50-53*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat 50 hingga 53 dari surah al-Kahf di atas menunjukkan beberapa hal sebagai berikut.
1. Allah memuliakan bapak kita, Adam dan manusia secara keseluruhan dengan memerintahkan malaikat untuk sujud kepada Adam saat pertama kali diciptakan, yaitu sujud untuk memberi hormat dan memuliakan, bukan sujud dengan tujuan menyembahnya dan menganggapnya suci.
2. Seluruh malaikat tunduk kepada perintah Allah untuk bersujud, maka mereka pun bersujud kecuali iblis yang berasal dari jin. Iblis menolak untuk bersujud dan membangkang perintah Tuhannya serta keluar dari ketaatan kepada Allah SWT.
*AL-KAHF (7)*
*DIJALANKANNYA GUNUNG, DIKUMPULKANNYA MANUSIA DI PADANG MAHSYAR, DAN DITUNJUKKANNYA BUKU AMAL PERBUATAN MANUSIA DI HARI KIAMAT*
*Surah al-Kahf Ayat 47-49*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat ini menjelaskan awal mula terjadinya Kiamat hingga akhir hisab. Ayat ini diawali dengan penjelasan tentang perubahan keadaan dunia seperti gunung yang bergerak, maksudnya gunung-gunung yang posisinya hilang dari tempat asalnya di muka bumi, bergeraknya gunung tersebut seperti awan yang berjalan, seperti yang terekam dalam ayat lain,
_"Padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan."_ *(an-Naml: 88)*
Gunung-gunung tersebut kemudian dihancurkan dan berjatuhan kembali ke bumi, sebagaimana firman Allah,
_"Dan gunung-gunung itu digiring pelan-pelan, maka gunung-gunung tersebut seperti debu yang beterbangan."_ *(al-Waaqi'ah: 5-6)*
Kemudian dunia berubah menjadi dataran yang terang dan jelas. Tidak terdapat apa pun yang menutupinya, seperti gunung, pepohonan dan gedung. Karena ketika itu pepohonan musnah, gunung-gunung dicabut dari tempatnya dan gedung-gedung yang diluluhlantakkan.
Halaman 12 dari 186