*AL-KAHF (6)*
*PERUMPAMAAN KEHIDUPAN DUNIA*
*Surah al-Kahf Ayat 45-46*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Manusia, terutama orang-orang sombong yang mengusir kaum Mukmin yang miskin, selayaknya mengetahui perumpamaan kehidupan dunia yang sesungguhnya. Maksudnya hal yang serupa dengan kehidupan dunia tersebut tidak abadi dan kekal pada satu keadaan, yaitu seperti air yang tidak menetap di satu tempat dan tidak pernah berjalan lurus pada satu garis. Kehidupan dunia juga seperti air tersebut karena bersifat sementara. Suatu ketika kehidupan duniawi tersebut akan pergi dan tidak tetap. Kehidupan duniawi tersebut juga demikian, ia tidak membiarkan seorang pun yang memasukinya tidak tergoda oleh keindahannya dan selamat dari kekurangannya. Sama seperti orang yang masuk ke dalam air pasti akan basah terkena air. Menikmati kehidupan dunia secara wajar pasti bermanfaat, tetapi jika berlebihan pasti akan membahayakan. Demikian halnya air, jika volume air melebihi batas normal pasti akan berbahaya dan menghancurkan.
*AL-KAHF (5)*
*KISAH PEMILIK DUA KEBUN; PERUMPAMAAN BAGI ORANG KAYA YANG TERPEDAYA OLEH HARTANYA DAN ORANG MISKIN YANG BANGGA DENGAN AQIDAHNYA*
*Surah al-Kahf Ayat 32-44*
*Sebab Turunnya Ayat*
Ada pendapat yang mengatakan bahwa ayat ini diturunkan kepada dua orang bersaudara dari Bani Makhzum; al-Aswad bin Abd Yalail, dia seorang kafir, dan Abu Salamah bin Abdullah bin al-Aswad, dia seorang Mukmin, suami Ummu Salamah sebelum dinikahi Rasul saw.
Pendapat lain dari Ibnu Abbas r.a., dua orang tersebut ialah dua bersaudara dari Bani Isra’il, salah satu dari mereka ialah kafir, namanya Furthuus dan satu lainnya seorang Mukmin bernama Yahudza atau Qithfiir. Mereka berdua mendapat warisan dari ayahnya sebanyak delapan ribu dinar. Mereka kemudian membagi dua warisan tersebut. Orang kafir dengan uang tersebut membeli tanah ladang dan perkebunan, sedangkan orang Mukmin justru menggunakannya di jalan kebaikan. Hingga perihal kedua orang tersebut diceritakan Allah.
*AL-KAHF (4)*
*ARAHAN-ARAHAN UNTUK NABI SAW. DAN KAUM MUKMIN, AGAR SENANTIASA MEMBACA AL-QUR'AN, BERSABAR MENGHADAPI KAUM FAKIR MISKIN DAN MENUNJUKKAN BUKTI-BUKTI KEBENARAN DARI ALLAH*
*Surah al-Kahf Ayat 27-31*
*Sebab Turunnya Ayat*
Sebab turunnya ayat 28, *(وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ)* diriwayatkan dari Salman al-Farisi r.a., dia berkata, "Sekelompok orang yang diharapkan akan memeluk Islam menemui Rasulullah saw., yaitu Uyainah bin Hishn dan Aqra’ bin Habis beserta pengikutnya, seraya berkata, "Wahai Rasulullah, jika kamu bersedia duduk di depan majelis dan menyingkirkan mereka serta bau pakaian mereka — maksudnya, Salman al-Farisi, Abu Dzar al-Ghifari, dan kaum Muslimin yang miskin, pada saat itu, mereka mengenakan pakaian dari bulu domba karena tidak ada lagi pakaian selain itu — , kami akan duduk bersamamu, berbicara, dan menimba ilmu darimu."
*AL-KAHF (3)*
*KISAH ASHABUL KAHFI*
*Surah al-Kahf Ayat 9-26*
*[Bagian 2/2]*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
9. Manusia akan sangat bermanfaat bila berteman dengan orang-orang pilihan Allah dan bergaul dengan orang saleh dan para wali. Dalilnya adalah anjing Ashabul Kahfi yang diperlakukan serupa seperti para pemuda tersebut. Anjing tersebut merupakan hewan yang mencintai pemuda tersebut sehingga Allah menyebutkannya bersama mereka. Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Anas bin Malik, dia berkata, "Pada saat aku dan Rasulullah saw. keluar dari masjid, kami bertemu seseorang di pintu gerbang masjid seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kapan terjadinya hari Kiamat?' Rasulullah saw. menjawab, 'Apa yang kamu persiapkan untuknya?' Laki-laki tersebut tertunduk sejenak kemudian berkata, 'Wahai Rasulullah, aku tidak mempersiapkan banyaknya shalat, puasa, dan sedekah, tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya." Rasulullah saw. bersabda, "Kamu bersama orang yang kamu cintai."
Halaman 13 dari 186