AL-ISRAA' (13)
KISAH NABI ADAM DENGAN IBLIS, DAN PERINTAH ALLAH KEPADA PARA MALAIKAT UNTUK BERSUJUD KEPADA ADAM
Surah al-Israa’ Ayat 61-65
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan beberapa hal berikut.
1. Sikap terus membangkang dan sombong dari orang-orang musyrik terhadap Allah mengingatkan kepada kisah iblis ketika membangkang perintah Allah dan tidak mau bersujud kepada Nabi Adam. Ketika itu, iblis berkata bahwa Nabi Adam berasal dari tanah, sedangkan dia berasal dari api, dan inti dari api lebih baik daripada inti tanah. Padahal inti dari semua benda adalah serupa. Iblis berkata kepada Allah, "Beritahukan kepadaku tentang makhluk yang Engkau utamakan melebihi diriku dan mengapa Engkau mengutamakannya?" Dengan gaya menantang ia juga berkata, "Sungguh, aku akan menggoda dan menyesatkan semua keturunan Adam. Aku juga akan mengganggu dan menyesatkan mereka kecuali sedikit saja dari mereka yang terjaga."
AL-ISRAA' (12)
BANTAHAN LAIN TERHADAP KERANCUAN BERPIKIR ORANG-ORANG MUSYRIK
Surah al-Israa’ Ayat 56-60
Sebab Turunnya Ayat
*1. Ayat 56*
*Bukhari* dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud r.a. dia berkata, "Dahulu golongan orang menyembah golongan jin, lalu para jin masuk Islam, namun orang-orang itu tetap menyembah jin-jin tersebut, maka Allah menurunkan ayat, *(....قُلِ ٱدْعُوا۟ ٱلَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِهِۦ)*
Diriwayatkan bahwa ketika orang-orang Quraisy tertimpa kekeringan dan paceklik lalu mereka mengadukannya kepada Rasulullah saw, maka Allah menurunkan ayat ini.
*2. Ayat 59*
*Ahmad, an-Nasa'i, al-Hakim* dan *ath-Thabrani* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas r.a.*, ia berkata, "Penduduk Mekah meminta kepada Nabi saw. agar mengubah bukit Shafa menjadi emas dan menggeser gunung-gunung sehingga mereka dapat bercocok tanam. Dikatakan kepada beliau, "Jika kamu ingin memberi tangguh kepada mereka, akan Kami lakukan, dan jika kamu ingin Kami memberi mereka apa yang mereka inginkan. Kami akan melakukannya, lalu jika mereka tetap ingkar, mereka akan binasa, sebagaimana Aku binasakan orang-orang sebelum mereka." Beliau menjawab, "Saya beri tangguh kepada mereka.” Lalu Allah SWT menurunkan ayat *(...وَمَا مَنَعَنَآ أَن نُّرْسِلَ بِٱلْـَٔايَـٰتِ)*
AL-ISRAA' (11)
MENDEBAT ORANG-ORANG YANG BERBEDA PENDAPAT SECARA LEMBUT DAN DENGAN CARA YANG TERBAIK
Surah al-Israa’ Ayat 53-55
Sebab Turunnya Ayat
Ayat 53
Diriwayatkan bahwa orang-orang musyrik sangat keterlaluan dalam menyakiti Rasulullah saw., lalu turunlah ayat ini.
Disebutkan juga bahwa Umar dicela oleh seorang musyrik, dia pun ingin menghajarnya, lalu Allah memerintahkan agar memaafkannya.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menjelaskan hukum-hukum berikut ini.
1. Allah SWT di dalam ayat pertama memerintahkan seluruh Mukmin ketika berinteraksi antar mereka khususnya, untuk berperilaku baik, mengucapkan kata-kata yang lembut, rendah hati dan menghindari perselisihan yang dipancing oleh setan. Sedangkan, ketika berinteraksi dengan orang-orang kafir, maka Allah memerintahkan mereka agar ketika berdialog dan berdiskusi untuk menggunakan kata-kata dan ucapan yang terbaik untuk meyakinkan mereka. Karena setan selalu berusaha untuk merusak hubungan orang-orang dan menimbulkan permusuhan serta kebencian antar mereka. Hal ini karena setan sangat memusuhi manusia. Sebagai upaya untuk tidak memberikan kesempatan kepada setan dan dalam rangka menghemat tenaga dalam berdakwah dan menyebarkan Islam, serta untuk mencapai tujuan yang diharapkan, dialog dengan non-Muslim harus logis dan tenang, jauh dari cemoohan, celaan, dan perbuatan yang menyakiti.
AL-ISRAA' (10)
PENGINGKARAN ORANG-ORANG MUSYRIK TERHADAP HARI KEBANGKITAN DAN BANTAHAN TERHADAP MEREKA
Surah al-Israa' Ayat 49-52
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Dari ayat-ayat di atas dapat disimpulkan beberapa hal berikut.
1. Kerusakan aqidah orang-orang musyrik tidak terbatas pada kesyirikan dan menjadikan tuhan lain bersama Allah SWT. Namun, mereka juga mengingkari terjadinya hari kebangkitan dan hari kembali. Ayat-ayat surah al-lsraa’ menjelaskan puncak pengingkaran mereka.
2. Tidak sepatutnya heran terhadap kekuasaan Allah SWT jika manusia merasa heran dengan dihidupkannya kembali tulang belulang yang sudah hancur dan telah menjadi tanah, itu karena keterbatasan pengetahuan, kelemahan kemampuan, dan kurangnya kekuatan mereka. Adapun Allah SWT, maka tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang dapat membuat-Nya tidak mampu. Hingga walaupun mereka berubah menjadi batu atau besi yang sangat keras dan kuat, pasti Allah dapat mengembalikan mereka seperti ketika Allah menciptakan mereka pada pertama kalinya. Bahkan jika mereka tidak ingin dihidupkan kembali, niscaya mereka tetap akan kembali dihidupkan karena yang akan mengembalikan mereka adalah kekuasaan Allah yang telah menciptakan mereka.
Halaman 17 dari 186